Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Banda Desa di Pati Disebut Banyak Tak Bersertifikat



Reporter:    /  @ 20:00:58  /  18 April 2017

    Print       Email

Penyuluhan hukum pertanahan tentang pengelolaan aset desa di bidang pertanahan Kabupaten Pati, Selasa (18/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Banda desa di Pati disebut banyak yang tidak bersertifikat dan kegunaannya tidak jelas. Hal itu disampaikan Bupati Pati Haryanto dalam Penyuluhan Hukum Pertanahan tentang Pengelolaan Aset Desa di Bidang Pertahanan Kabupaten Pati di Pendapa Pati, Selasa (18/4/2017).

“Masih banyak tanah desa yang belum bersertifikat dan kegunaannya tidak jelas. Kami meminta kepada kepala desa untuk segera mengurus sertifikat tanah desa, termasuk pengelolaannya dilakukan secara jelas,” ujar Haryanto.

Pengelolaan tanah desa yang jelas ditekankan untuk melakukan pendataan ulang agar lebih transparan dan bisa dipertanggungjawabkan. Pasalnya, pendataan aset banda desa di Kabupaten Pati saat ini diakui masih setengah-setengah.

Padahal, kata dia, eksistensi otonomi desa menjadi momentum yang tepat bagi pemerintah desa untuk melakukan penataan desa dengan baik. “Tanah desa yang belum disertifikatkan, kami berharap agar segera diurus, disertifikatkan atas nama pemerintah desa,” tegas Haryanto.

Menurut Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 6 Tahun 2015 tentang Keuangan dan Aset Desa, aset desa adalah kekayaan asli desa, termasuk kekayaan yang diperoleh atas beban APBDesa, hibah dan sumbangan. Sebagai pemegang kekuasaan, kepala desa dinilai bertanggung jawab atas pengelolaan aset desa.

Sekretaris desa dan perangkat desa lainnya juga berwenang dan bertanggung jawab atas pengelolaan aset desa. “Yang paling penting, kita mesti bersama-sama menyelamatkan aset desa. Jangan sampai aset desa tidak terdata,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →