Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Penggunaan E-Retribusi Diharapkan Permudah Pedagang



Reporter:    /  @ 09:00:58  /  18 April 2017

    Print       Email

Asmirah menunjukan kartu E-Retribusi. Pedagang Pasar Pengkol itu mengaku senang menggunakan kartu tersebut karena tak memerlukan uang tunai. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pemkab Jepara mengklaim penggunaan sistem Elektronik Retribusi akan mempermudah pedagang dalam melakukan transaksi retribusi. Hal itu karena pedagang tak perlu menggunakan uang tunai dan mencegah terjadinya kebocoran Pemasukan Asli Daerah (PAD). 

“Jadi E-Retribusi pembayarannya melalui sarana kartu top up seperti kartu telepon. Nantinya saat membayar kartu tersebut ditempelkan pada sebuah alat, kemudian transaksi pun terjadi. Saldo di kartu tersebut berkurang sesuai dengan tagihannya. Pedagang juga mendapatkan tanda terima,” ujar Kabid Pasar Disperindag Jepara Mustakim. 

Menurutnya, penggunaan kartu tersebut merupakan tuntutan perkembangan zaman. Di samping itu, juga meminimalkan adanya kebocoran pemasukan dari sektor tersebut. Dikatakan Kabid Pasar, pemungutan E-Retribusi tetap dilakukan oleh petugas pasar, hanya saja mereka tidak lagi memegang uang secara langsung. Pembayaran pedagang langsung masuk dalam data Bank Jateng, yang kemudian disetorkan ke kas daerah. 

Dirinya menyebut, target pemasukan dari sektor pasar tahun 2017 adalah Rp 3,5 miliar. Sedangkan tahun 2016 lalu realisasi retribusi pasar adalah Rp 3,4 miliar.  

Ia mengatakan, saat ini aplikasi tersebut baru diterapkan pada satu pasar yakni Pengkol. Di sana terdapat 75 pedagang yang telah terdata untuk memiliki kartu E-Retribusi. 

“Di sana (Pasar Pengkol) ada yang sudah mendapatkan kartu E-Retribusi, namun sebagian belum masih menunggu pencetakan kartu. Jika saldo di kartunya habis bisa diisi lagi, dengan mengisinya di Bank Jateng,” jelas Mustakim. 

Disinggung mengenai kendala bagi pedagang lansia, Mustakim mengaku telah menyediakan solusi. Pihaknya telah menyiagakan petugas untuk membantu pedagang yang kurang memahami sistem tersebut. 

“Target kita akan diterapkan pada seluruh pasar. Namun kita tidak bisa menentukan waktunya kapan,” pungkas Mustakim. 

Seorang penerima Kartu E-Retribusi Asmirah (59) mengaku senang dengan diluncurkannya layanan tersebut. Hal itu karean dirinya tak harus mengeluarkan uang tunai.”Gampang dengan ini (kartu E-Retribusi) karena tidak usah pakai uang cash,” ujar pedagang di Pasar Pengkol itu.

Ia mengatakan, untuk retribusi ia ditarik dengan besaran Rp 2.000 perhari. Asmirah menjelaskan dari komponen tersebut, Rp 1000 diperuntukan bagi pembayaran keamanan dan iuran listrik. Sementara untuk sewa kios, perbulan ia harus membayar Rp 52.500.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Taman Bajomulyo Juwana Dikembangkan Jadi Objek Wisata

Selengkapnya →