Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Mengungkap “Pasar Gelap” Jual-Beli Kendaraan Bodong di Pati



Reporter:    /  @ 20:00:59  /  17 April 2017

    Print       Email

Razia kendaraan bodong di salah satu perkampungan di Kecamatan Dukuhseti, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Penjualan kendaraan sepeda motor bodong tanpa dilengkapi surat-surat kendaraan seperti BPKB dan STNK di Pati, mulai menyasar ke situs jejaring sosial. Penjual biasanya menawarkan dengan harga yang jauh lebih murah.

AL, salah seorang penjual kendaraan bodong yang tidak mau disebut namanya mengungkapkan, kendaraan yang paling laris diminati pembeli adalah jenis matik. Vario 125 terbaru dijual Rp 6 juta.

Padahal, harga Vario 125 terbaru second biasanya dibanderol dari Rp 12 juta hingga Rp 14 jutaan. Sepeda motor yang kerapkali diburu anak-anak muda adalah Satria F injeksi.

Dengan harga second senilai Rp 15 juta, Satria F injeksi bodong di pasar gelap hanya dibanderol Rp 6,5 jutaan. Ditanya soal risiko hukum, dia mengaku tidak mempersoalkan, karena sudah mengetahui risikonya.

Namun, ia tetap waspada dan tetap menjalankan bisnis gelapnya demi meraup keuntungan yang cukup menggiurkan. AL tidak jarang membeli kendaraan bodong dari luar kota seharga Rp 4,5 juta untuk kembali dijual seharga Rp 5 juta sampai Rp 6 juta.

Dalam seminggu, dia bisa menjual kendaraan yang hanya dilengkapi STNK dari empat hingga enam kendaraan. Kendaraan jenis matik paling banyak dibeli, sedangkan kendaraan bebek masih nomor dua.

Merespons masalah tersebut, Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengaku sudah gencar melakukan razia, khusus untuk kendaraan bodong. Bahkan, operasi besar-besaran di sebuah kampung di Dukuhseti juga pernah dilakukan.

Dia meminta kepada masyarakat untuk tidak membeli kendaraan yang tanpa dilengkapi surat seperti BPKB dan STNK. Hal itu akan meminimalisasi terjadinya peredaran kendaraan bodong di Pati.

“Kami imbau warga Pati untuk tidak tergiur dengan tawaran kendaraan bodong, meski harga murah. Selain berisiko dengan urusan hukum, kendaraan bodong akan disita bila tertangkap. Kalau tidak ada yang membeli, kejahatan pencurian kendaraan bermotor tentu bisa ditekan,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Tak Lengkapi Berkas, Nasib 2 Parpol Sebagai Peserta Pemilu Tunggu Keputuasan KPU Pusat

Selengkapnya →