Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Tukang Parkir Area Menara Kudus Ada yang Nakal, Pemkab : Parkirlah di Tempatnya



Reporter:    /  @ 18:45:07  /  17 April 2017

    Print       Email

Kendaraan peziarah tampak parkir di kawasan Menara Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto meminta peziarah dapat memarkirkan kendaraannya di tempat yang telah disediakan di Terminal Wisata Bakalan Krapyak. Itu berlaku untuk peziarah yang mengenakan kendaraan besar ataupun rombongan.

Itu diminta agar masyarakat atau peziarah terhindar dari nakalnya juru parkir liar. Jika peziarah mampu melakukan sesuai aturan, maka dipastikan tak ada lagi masyarakat yang terkemplang biaya parkir yang tak sesuai.

“Kami sudah menyiapkan lokasi parkir, kami juga sudah ada aturan parkir wisata. Dan sebenarnya di kawasan Menara Kudus itu bukan tempat parkir. Kami sudah memasang rambu larangan parkir di sepanjang jalan sana,” kata Didik di Kudus, kepada MuriaNewsCom, Senin (17/4/2017).

Menurutnya, sesuai aturan, parkir di terminal wisata ditarif Rp 7,5 ribu untuk minibus. Sementara untuk kendaraan besar sebesar Rp 10 ribu. Dia meminta kepada peziarah agar tak lupa untuk meminta karcis kepada petugas saat parkir.

Jika peziarah patuh, tak ada lagi kabar yang resah lantaran ditarik mahal oleh juru parkir. Karena adanya peziarah yang parkir di kawasan Menara sebenarnya sudah menyalahi aturan. Selain tempat terlarang, lokasi tersebut hanya diperbolehkan untuk parkir warga setempat dan juga pembeli di kawasan Menara.

Jika yang parkir adalah pembeli dan bukan di wilayah larangan, yang dikenakan adalah parkir jalan umum  dengan tarif parkir khusus, perda no 7 tahun 2011. Sepeda motor Rp 1000, pikap sedan dan sejenisnya Rp 1.500,  minibus Rp 2.000; dan bus serta truk sejenisnya Rp 4.000. 

Mengenai keberadaan juru parkir dadakan, kata dia, memang cukup banyak dan meresahkan masyarakat. Keberadaan mereka itu sulit dihindari, terlebih saat mendekati puasa yang merupakan momen ziarah kebanyakan muslim.

“Sebenarnya kami juga sudah menyiagakan petugas untuk mengatur di sana. Hanya Petugas kami tak bisa memantau selama 24 jam lamanya. Jadi pasti ada lenggangnya terlebih saat ramai,” ungkapnya.

Dia meminta peziarah mampu diajak kerja sama dengan parkir di tempat yang disediakan. Karena, peziarah yang mampu membantu memberantas keberadaan parkir liar.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Taman Bajomulyo Juwana Dikembangkan Jadi Objek Wisata

Selengkapnya →