Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Pemkab Jepara Berencana Perluas Penggunaan E-Retribusi



Reporter:    /  @ 16:00:32  /  17 April 2017

    Print       Email

Suasana di Pasar Pengkol Jepara, di mana Kartu E-Retribusi mulai digunakan oleh sebagian pedangang sebagai media pembayaran retribusi secara elektronik. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pemkab Jepara berencana memperluas penggunaan Elektronik Retribusi (E-Retribusi) di sejumlah pasar. Namun demikian, hal itu akan dilihat dari evaluasi dan kesiapan dari bank pendukung program tersebut.

Perlu diketahui E-Retribusi adalah program yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jepara bersama Bank Jateng. Program itu sendiri telah diluncurkan oleh pemerintah kabupaten bertepatan dengan HUT Jepara, Senin (10/4/2017). Saat ini, penerapan sistem tersebut baru dipusatkan di Pasar Pengkol. 

“Jika tidak ada hambatan pada bulan September akan diterapkan pula pada Pasar Jepara 1 dan Jepara 2. Hal itu menunggu kesiapan kartu,” ucap Kabid Pasar Disperindag Jepara Mustakim, Senin (17/4/2017). 

Ia mengatakan, total pedagang Pasar Pengkol yang mengikuti program ini sejumlah 75 orang. Di samping menjadi pilot project penerapan E-Retribusi pada pasar tersebut dijadikan bahan evaluasi untuk pasar-pasar lain. 

Mustakim mengungkapkan, saat ini para pedagang sudah menggunakan sistem elektronik. Mereka tak lagi menggunakan pungutan manual yang dilakukan petugas. 

Namun demikian, dikatakan Kabid Pasar, belum semua pedagang menerima kartu E-Retribusi. “Kalau pendataan sudah selesai. Tinggal menunggu kartunya selesai dibikin. Kalau yang sudah menerima tinggal melakukan transaksi elektronik, namun kalau yang belum terima kartu mereka tidak dipungut. Jika sudah menerima, tinggal dipotong tanggal berapa belum bayar,” tambahnya. 

E Retribusi dilaunching bersamaan dengan empat program lain, yakni,  Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) online, aplikasi SIMPAD, E-BPHTB (Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan), dan aplikasi E-Pelayanan. 

Aplikasi tersebut bertujuan untuk menggenjot Pemasukan Asli Daerah (PAD) dan memangkas kebocoran anggaran. 

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →