Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Lihat Keseruan Putri Indonesia Menjajal Membatik di Rembang



Reporter:    /  @ 10:57:34  /  17 April 2017

    Print       Email

Keseruan Lisa Elli Purnamasari Runner Up Puteri Indonesia dan Gloria Natapratja, Duta Pemuda Pelajar berkunjung ke salah satu workshop batik tulis Lasem di Desa Karasjajar, Kecamatan Pancur, kemarin.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Lisa Elli Purnamasari, Runner Up Puteri Indonesia tahun 2011 yang juga Miss Earth Indonesia tahun 2010 dan Gloria Natapratja, Duta Pemuda Pelajar berkunjung ke salah satu workshop batik tulis Lasem di Desa Karasjajar, Kecamatan Pancur seusai menjadi narasumber dalam talkshow “Kartiniku Inspirasheku” Minggu (16/4/2017).

Dengan ditemani Wakil Bupati Bayu Andriyanto dan istri Vivit Bayu Andriyanto, mereka terlebih dulu diajak menikmati makanan khas Rembang seperti lontong tuyuhan, mangut, dumbeg dan lainnya persis di halaman depan workshop milik Santoso.

Setelah menikmati sajian makanan khas Rembang, mereka melihat para perajin yang semuanya perempuan sedang membatik. Tak cukup melihat, mereka berduapun mencoba menggoreskan canting di atas kain mori yang dibatik.

Lisa, istri dari bintang film Nicky Tirta itu terlihat lebih piawai jika dibanding dengan Gloria. Seolah menjadi pembatik handal, keduanya juga meniup ujung canting yang telah dicelupkan ke dalam malam yang dipanaskan.

Saat dimintai tanggapan seusai mencoba membatik, mereka mengaku cukup kesulitan. Lisa yang memang sebelumnya pernah sekali membatik, namun hanya menulis namanya saja itu, mengakui para pembatik sangat hebat karena mampu mengubah lembaran kain yang polos menjadi kain yang luar biasa.

“Kan aku baru pertama kali ini untuk mewarnai, ternyata lilinnya puanas banget. Habis itu tahapan membatik untuk menjadikan kain polos menjadi kain yang bener-bener sesuai kita mau itu nggak gampang,” ujarnya.

Dia melanjutkan, batik tulis Lasem yang memang murni batik tulis memiliki kesulitan tinggi. Karena belum tentu lingkaran di setiap sisi bisa sama.

Sementara itu, Gloria menilai membatik itu sangat seru dan butuh perjuangan. Pembatik menurutnya sama seperti seniman dan batik dinilai suatu karya seni yang memang membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Kebetulan saya suka seni dan ayah saya juga seniman. Batik bisa dikatakan karya seni yang tidak bisa dinilai dengan uang, bagus sekali dan detail. Dan ada nilai perjuangannya karena panas-panas dari lilin (malam) itu,” ungkapnya.

Seusai membatik, keduanya juga melakukan sesi foto bersama dengan para perajin. Kemudian dilanjutkan dengan memilih batik yang dijadikan oleh-oleh mereka saat pulang.

Sebelum meninggalkan lokasi, Lisa yang juga presenter di salah satu televise swasta itu juga mewawancarai Wabup Bayu Andriyanto. Dan dalam sesi wawancaranya itu, wabup memanfaatkannya untuk mempromosikan berbagai potensi di Rembang agar bisa diketahui pemirsa televisi di seluruh Indonesia.Seperti halnya produk khas lain dari Rembang, yakni kawis, durian ceriwik dan beberapa potensi objek wisata.

“Saya berharap, produk dan potensi lokal tersebut mampu menjadi daya ungkit ekonomi, yang dampaknya memberikan penghasilan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Pendataan Gedung Sekolah Rusak Segera Dilakukan

Selengkapnya →