Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Jangan Asal Share Berita Tidak Jelas, Yuk Jadi Pembaca yang Cerdas



Reporter:    /  @ 11:40:14  /  16 April 2017

    Print       Email

Sekda Kudus Noor Yasin (empat dari kiri) bersama pejabat di lingkup Pemkab Kudus dan Ketua PWI Kudus Saiful Anas (kiri) mengkampanyekan “Kudus Semarak Tanpa Hoax” (MuriaNewsCom/Kholistiono)

MuriaNewsCom,Kudus – Di era media sosial, berita palsu alias berita ‘hoax’ dapat dengan mudah tersebar. Berita hoax sering ditemui di berbagai media sosial seperti Facebook, BBM, Line, Whatsapp, dan lain-lain.

Tak jarang, beberapa dari kita tidak sengaja meng-share, me-retweet, atau forward berita tersebut yang nyatanya belum jelas asal usulnya.

Untuk itu, sebelum kita menyebarkan berita ‘hoax’ yang bukannya membuat keadaan semakin baik malah semakin runyam, sebaiknya kita harus lebih pandai menyaring informasi tersebut.

Hal ini pulalah yang membuat getol Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kudus untuk mengkampanyekan anti hoax. Seperti halnya yang dilakukan di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, pada Minggu (16/4/2017).

Dengan tema “Kudus Semarak Tanpa Hoax” wartawan dari berbagai media melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tak mudah terprovokasi dengan berita palsu yang  beredar di medsos.

“Masyarakat harus cerdas, jangan asal share informasi yang beredar di medsos. Saring dulu informasi tersebut, cari kejelasan sumbernya dan telaah dulu apa isinya. Jangan hanya melihat judul, lalu langsung dishare,” ujar Saiful Anas, Ketua PWI Kudus.

Anas juga mencontohkan, dalam waktu belakangan beredar informasi terkait maraknya isu penculikan anak. Kabar yang ternyata tak benar tersebut, imbasnya membuat masyarakat resah dan justru menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan di tengah masyarakat.

Dirinya juga mengajak masyarakat untuk memilih informasi dari media-media yang kredibel, yang bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga, masyarakat tidak terjerumus dengan informasi palsu.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kudus Noor Yasin juga turut mengimbau agar masyarakat lebih teliti dengan informasi yang sangat dengan mudah beredar di medsos.

“Kita mestinya baca dan pahami dulu apa dari informasi yang ada di medsos. Masyarakat tak boleh terprovokasi informasi-informasi yang beredar. Karena belakangan ini, sangat banyak berita hoax yang ada di medsos. Untuk itu, kita sikapi hal ini dengan cerdas, tanpa asal langsung share,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →