Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Pasien Darurat BPJS di Kudus Perlu Baca Ini



Reporter:    /  @ 19:00:21  /  15 April 2017

    Print       Email

Warga saat mengurus administrasi BPJS Kesehatan, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Direktur RSUD dokter Loekmono Hadi Kudus Aziz Achyar mengatakan, pasien BPJS tak melulu harus menyertakan surat rujukan dokter BPJS atau klinik saat berobat ke RSUD. Namun, aturan tersebut dengan catatan bahwa pasien tersebut dalam keadaan mendesak atau darurat.

Itu disampaikan saat dihubungi MuriaNewsCom, Sabtu (15/4/2017). Menurutnya, pasien rawat inap, tak harus dilengkapi dengan surat pengantar. Asalkan, kondisi pasien tersebut benar-benar darurat dan butuh pertolongan. Aturan tersebut sudah berlangsung dan diterapkan selama ini di RSUD Kudus.

“Tidak semua dokter BPJS siaga 24 jam, tidak semua juga klinik mampu dijangkau 24 jam pula. Jadi misalkan saja ada pasien yang membutuhkan pertolongan dalam waktu tengah malam, maka bisa kami layani di RSUD Kudus,” kata Aziz.

Menurutnya, aturan yang menyebutkan kalau pasien harus dilengkapi dengan surat rujukan hanya berlaku untuk pasien rawat jalan saja. Jika pasien rawat inap, maka cukup datang saat kondisinya mendesak.

Mengenai biaya pengobatan, seluruhnya akan ditanggung oleh BPJS kesehatan. Misalnya pasien yang sakit gigi, maka jika ada penambalan gigi dan juga pengobatan lainya akan ditanggung BPJS kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus Dody Pamungkas, mengatakan suratrujukan dari dokter atau klinik BPJS kesehatan amat penting dimiliki. Karena, tanpa adanya rujukan maka biaya pengobatan ditanggung pasien. “Khususnya bagi pasien yang rawat jalan harus ada surat rujukan. Kami menyadari kebutuhan dokter gigi terbatas, dan tak semua klinik juga ada,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →