MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Harga Gula yang Dibentuk Pemerintah Bikin Rugi Petani

91
Aktivitas petani tebu di salah satu sudut pabrik gula. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Dewan Pimpinan Nasional Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menanggapi statemen Mendag di media massa. Dikatakan Mendag kalau harga gula eceran sebesar Rp 12.500/kg tidak merugikan petani.

“Harga eceran gula yang dibentuk pemerintah Rp 12.500/ kg jelas sangat merugikan petani,” kata M Nur Khabsyin, Sekjen APTRI, di Kudus, Jumat (14/4/2017).

Karena harga lelang gula tani akan terbentuk di bawah angka tersebut. Lebih-lebih pemerintah telah menetapkan pembelian gula dari produsen dipatok Rp 10.900/kg. Itu artinya, kata dia, lelang gula petani akan terbentuk di bawah angka Rp 10.900/kg. Terutama pada saat puncak panen, harga akan semakin rendah. Padahal biaya pokok produksi(BPP) naik seiring dengan kenaikan BBM. 

Khabsyin melanjutkan, APTRI telah menghitung BPP gula sebesar Rp10.697/kg ditambah keuntungan 10%. Sehingga harga patokan petani gula sebesar Rp 11.767/kg. Kalau gula petani hanya dibeli Rp 10.900/kg jelas rugi.

Pemerintah seharusnya tidak hanya mempertimbangkan dari sisi konsumen, tapi juga harus memikirkan nasib petani dan pabrik gula sebagai produsen. “Petani juga rakyat yang perlu dilindungi,” ujarnya.

Menurutnya, kelangsungan industri gula berbasis tebu harus diperhatikan. Karena ini tanggung jawab pemerintah. “Jangan hanya mengambil kebijakan instan saja tanpa memikirkan dampaknya,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

United Futsal Pc

Ruangan komen telah ditutup.