Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Harga Gula yang Dibentuk Pemerintah Bikin Rugi Petani



   /  @ 11:00:52  /  15 April 2017

    Print       Email

Aktivitas petani tebu di salah satu sudut pabrik gula. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Dewan Pimpinan Nasional Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menanggapi statemen Mendag di media massa. Dikatakan Mendag kalau harga gula eceran sebesar Rp 12.500/kg tidak merugikan petani.

“Harga eceran gula yang dibentuk pemerintah Rp 12.500/ kg jelas sangat merugikan petani,” kata M Nur Khabsyin, Sekjen APTRI, di Kudus, Jumat (14/4/2017).

Karena harga lelang gula tani akan terbentuk di bawah angka tersebut. Lebih-lebih pemerintah telah menetapkan pembelian gula dari produsen dipatok Rp 10.900/kg. Itu artinya, kata dia, lelang gula petani akan terbentuk di bawah angka Rp 10.900/kg. Terutama pada saat puncak panen, harga akan semakin rendah. Padahal biaya pokok produksi(BPP) naik seiring dengan kenaikan BBM. 

Khabsyin melanjutkan, APTRI telah menghitung BPP gula sebesar Rp10.697/kg ditambah keuntungan 10%. Sehingga harga patokan petani gula sebesar Rp 11.767/kg. Kalau gula petani hanya dibeli Rp 10.900/kg jelas rugi.

Pemerintah seharusnya tidak hanya mempertimbangkan dari sisi konsumen, tapi juga harus memikirkan nasib petani dan pabrik gula sebagai produsen. “Petani juga rakyat yang perlu dilindungi,” ujarnya.

Menurutnya, kelangsungan industri gula berbasis tebu harus diperhatikan. Karena ini tanggung jawab pemerintah. “Jangan hanya mengambil kebijakan instan saja tanpa memikirkan dampaknya,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →