Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Tas Bahan Limbah Kertas Semen di Kudus Ini Istimewa, Si Pembuatnya juga Ibu Rumah Tangga



Reporter:    /  @ 15:02:06  /  14 April 2017

    Print       Email

Rohmawati, memperlihatkan tas kertas buatannya yang berbahan kertas semen di tempat produksinya di Desa Kandangmas, Dawe. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Rohmawati, ibu rumah tangga warga Desa Kandangmas, Dawe, Kudus, mampu menyulap bahan limbah kertas semen menjadi barang bernilai. Seperti halnya tas, dan baju. Tidak heran jika produksinya mulai dilirik banyak pihak. Lambat laun, usahanya pun mulai berkembang.

Kepada MuriaNewsCom, di rumahnya, Jumat (14/4/2017), Rohmawati membuka percakapan. Usaha tersebut dilakukannya sejak lima tahun silam. Dia mengaku mendapatkan pengetahuan dengan belajar dari Youtube. Mulai dari bagaimana pengelolaan limbah kertas semen dan sejenisnya. “Setelah menonton, akhirnya coba-coba buat. Saat itu beberapa kali gagal, namun karena penasaran akhirnya mencoba lagi dan akhirnya berhasil membuatnya,” kata Rohmawati.

Saat ini, dia mampu memproduksi tas berbahan limbah kertas semen sampai 50 buah. Kadang lebih dari itu. Tapi semua itu tergantung dari ketersediaan kertas limbah. Sering kali dalam memproduksi, dirinya kerap mengalami kendala berupa kurangnya bahan baku limbah kertas.

Dia juga merasakan kendala lain yang kerap muncul. Yaitu persoalan kurangnya tenaga kerja. Tidak heran jika semua produksi diselesaikannya sendiri. Untuk satu buah tas, dia banderol dengan harga Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu. Tergantung model tas serta kerumitannya. Sedangkan untuk bajunya, dia masih bingung untuk menentukan harganya. “Masih bingung berapa harga bajunya,” ujarnya.

Cara memasarkan sejauh ini adalah dengan aktif mengikuti pameran. Cara promosi tersebut cukup efektif dan membuahkan hasil. Pascapameran, biasanya pesanan mulai berdatangan.

Camat Dawe Eko Budi mengaku bangga dengan potensi warganya. Pihaknya siap memfasilitasi warganya supaya usaha yang digelutinya bisa berkembang lagi. “Apalagi usaha tersebut jenis daur ulang limbah,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Tak Lengkapi Berkas, Nasib 2 Parpol Sebagai Peserta Pemilu Tunggu Keputuasan KPU Pusat

Selengkapnya →