Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Ibu Hamil di Kudus Banyak yang Kekurangan Yodium



Reporter:    /  @ 08:00:24  /  14 April 2017

    Print       Email

Petugas tampak sibuk dalam pelaksanaan pengecekan garam beryodium di Aula Bapelitbangda Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Nur Hayati, Pendamping garam dari Nutrition Internasional Indonesia mengatakan, kalau ibu hamil di Kudus banyak yang terdeteksi kekurangan zat yodium.

“Berdasarkan data yang kami terima dari DKK, ternyata Kudus masuk dalam zona merah. Yang artinya, kekurangan yodium cukup tinggi. Kasus ini malah banyak dialami oleh kalangan ibu hamil,”katanya di Kudus, Rabu (13/4/2017).

Padahal, kata dia, dampak kekurangan dari yodium sangat jelek. Apalagi bagi ibu hamil, karena mampu membuat bayi lahir tidak sempurna. Seperti mata juling, cacat, hingga mampu membuat bayi menjadi idiot. Menurutnya, berdasarkan data itulah, organisasi asal Kanada itu memberi bantuan. Tujuannya agar garam di pasar bisa dicek.

Sementara, Kasi Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Suharto, mengatakan bantuan alat sangat berguna.  Di pasar, merupakan lokasi yang pas untuk mengontrol. “Biasanya ada distributor yang datang menawarkan garam. Dan garam itu yang dapat dicek oleh petugas pasar di tiap pasar di Kudus, jadi masyarakat aman,” ungkapnya.

Dia meminta, para kepala pasar dapat lebih aktif mengontrol beredarnya garam yodium. Tak hanya yang baru datang saja namun juga yang lama beredar di pasaran.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →