Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Kecamatan Kragan Berpotensi jadi Wilayah Sumber Bibit Sapi



Reporter:    /  @ 22:30:38  /  12 April 2017

    Print       Email

Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto sedang melihat proses Upaya Khusus Sapi Bunting (Upsus Siwab) di Desa Mojokerto, Kecamatan Kragan,Rabu (12/4/2017). (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Tim penilai wilayah sumber bibit sapi  dari Kementerian Pertanian RI menghadiri Gebyar Upaya Khusus Sapi Bunting (Upsus Siwab) di Desa Mojokerto, Kecamatan Kragan,Rabu (12/4/2017).

Kedatangan tersebut khusus untuk menilai Kabupaten Rembang dalam hal ini Kecamatan Kragan sebagai wilayah sumber bibit sapi Peranakan Ongole (PO) atas usulan dari pemkab setempat.

Bambang Setiadi, Ketua Komisi Penilai mengatakan,  kedatangannya ke Desa Mojokerto untuk memverifikasi kondisi di lapangan apakah sesuai apa yang dipresentasikan atau diusulkan Bupati Rembang Abdul Hafidz, sebagai  wilayah yang layak untuk ditetapkan sebagai sumber bibit sapi. “Jika lolos ,nantinya Menteri Pertanian akan mengeluarkan keputusan tentang penetapan wilayah sumber bibit sapi PO di Kecamatan Kragan,” katanya.

Setelah melihat kondisi yang ada, pihaknya sangat optimis Kragan bisa lolos dan memperoleh sertifikat sumber bibit. Baik mulai dari jumlah sapi di setiap satu dukuh yang dikumpulkan di lapangan maupu semangat petugas yang ada di sana.

“Melihat kenyataan di lapangan, saya sepertinya langsung pulang saja, karena baru satu dukuh saja sudah sekian banyak sapinya. Apalagi satu desa, dan lingkup Kecamatan Kragan. Kita juga melihat semangat dari para inseminator, dan juga simen atau mani yang digunakan dari sapi PO. Artinya, di sini punya semangat untuk mempertahankan kemurnian sapi PO,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto menuturkan, pemkab menilai untuk Kragan memang layak menjadi wilayah sumber bibit. Sehingga diusulkan ke kementerian.

“Jika berhasil mendapatkan sertifikat sumber bibit, maka akan ada banyak program dan bantuan yang diturunkan untuk pengembangan peternakan sapi di Kragan. Seperti halnya penambahan sarana prasarana dan lainnya,” harapnya.

Dia melanjutkan, hal yang harus diwaspadai di Mojokerto yaitu bagaimana menjaga ternak dari serangan penyakit. Sedangkan tentang permasalahan pakan, pihak desa dan Dinas Pertanian dan Pangan tengah mengupayakan untuk mengatasi hal itu seperti penanaman bibit pakan berkualitas seperti yang dilakukan di sela-sela kegiatan gebyar Upsus Siwab tadi.

Di sisi lain, pihaknya juga berharap supaya pihak desa bisa membuat BUMDes yang berkaitan dengan sapi bunting ini. “Pemdes harus menangkap potensi ternak sapi yang tidak semua desa memilikinya. Melalui BUMDes bisa  menyediakan pakan sapi atau segala kebutuhan terkait ternak sapi agar tidak beli di luar daerah,”ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah,Agus Wariyanto mengakui, potensi Rembang dalam ternak sapi sangat bagus. Rembang menduduki peringkat 4 di Jawa Tengah dengan populasi 130 ribu ekor lebih. Untuk populasi sapi di Kecamatan Kragan sendiri sebanyak 8500 ekor lebih. Peternaknya rata-rata memiliki dua sampai empat ekor.

Pengembangan sapi di Rembang memiliki peluang yang sangat bagus,terlebih dengan adanya program Upsus Siwab. Selain itu, pemerintah juga siap membantu dengan inseminasi buatan secara gratis untuk mendongkrak jumlah ternak dan perbaikan kualitas ternak.

Setiap harinya rata-rata sekitar 260 ekor sapi diinseminasi buatan. Dan sampai detik ini sudah sekitar 25 ribu ekor sapi telah di IB dari target yang dibebankan pemerintah kepada Pemkab Rembang sebanyak 62 ribu.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →