Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Hati-hati Penipuan Berkedok Hadiah Gratis



Reporter:    /  @ 18:27:20  /  12 April 2017

    Print       Email

Eni Dwi Saputri, yang mengaku menjadi korban penipuan penipuan oleh penjual peralatan alat rumah tangga di Kartini Fair. Dirinya mengadu ke olres Rembang dengan membawa alat bukti, Rabu (12/4/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Perhelatan Kartini Fair yang berlangsung 6-11 April 2017 di Balai Kartini, menyisakan masalah hukum. Hal ini bukan terkait penyelenggaraan, namun, diduga ada praktik penipuan yang dilakukan oleh peserta yang membuka stand di tempat tersebut.

Modusnya adalah, pengunjung diiming-imingi hadiah atau voucher yang bernilai ratusan hingga jutaan rupiah. Seperti halnya yang dialami Eni Dwi Saputri, warga Kelurahan Leteh, Kecamatan Rembang.

Ia menceritakan, pada Minggu (9/4/2019) ia bersama keluarga berkunjung ke acara Kartini Fair. Ketika melewati salah satu stand peralatan rumah tangga, dirinya bersama suami ditawari untuk belanja oleh sales promotion girl (SPG) yang menyebut dari PT Global Healty.

“Sebelum mereka menawarkan barang, kami ditawar sebuah hadiah yang terlebih dahulu diundi. Setelah dikocok undian tersebut, ternyata kami disebut memperoleh hadiah voucer senilai Rp 500 ribu,” ujar Eni.

Setelah itu, katanya, dirinya dan suami mengaku tanpa sadar kemudian mengeluarkan uang Rp 5.970.000 untuk membayar salah satu produk yang ditawarkan sales tersebut. Dengan uang sebesar itu, dirinya, mendapatkan barang berupa penyaring air.

Lebih lanjut, sales tersebut katanya menjanjikan, jika produk yang sudah dibeli itu bisa ditukarkan kembali di salah satu swalayan di Pati pada 15 April mendatang. Tak hanya itu, dirinya juga dijanjikan sebagai model majalah milik PT. Global Healthy, yang bakal terbit setiap hari serta digaji Rp 2 juta setiap harinya.

“Saya baru sadar ketika sudah tiba di rumah. Setelah itu, saya lihat di media sosial ramai membahas ada penipuan di stand yang sama saya datangi ketika itu. Karena sudah ramai di mendsos, saya kemudian mendatangi lokasi stand, dan ternyata di sana sudah ramai mempertanyakan kejelasan ke pegawai yang jaga stand dan akhirnya kami putuskan untuk melaporkan dugaan penipuan ini ke polisi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka menyampaikan, jika sejauh ini, pihaknya sudah menerima tiga aduan terkait adanya dugaan penipuan yang terjadi di salah satu stand di ajang Kartini Fair.“Saat ini sudah ada 11 orang dar pegawai maupun SPG stand yang dimaksud untuk dimintai keterangan,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Produktivitas Pertanian di Pati Selatan Terganjal Lahan Tidur

Selengkapnya →