Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Warga Pati Diimbau Waspadai Makelar Sertifikat Tanah Nakal



Reporter:    /  @ 19:00:19  /  11 April 2017

    Print       Email

Suasana Kantor Pertanahan BPN Pati, Selasa (11/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Komisi A DPRD Pati Haryono mengimbau kepada masyarakat Pati untuk mewaspadai makelar sertifikat tanah yang nakal. Hal itu disampaikan Haryono, seusai mengunjungi Kantor Badan Pertanahan (BPN) Pati, Selasa (11/4/2017).

“Entah meminta tolong mengurus sertifikat tanah kepada notaris atau perangkat desa, kami sarankan untuk meminta bukti pembayaran, salinan akta dan bukti nomor pendaftaran di BPN, bisa asli atau fotokopi,” ujar Haryono.

Dalam beberapa kasus, Haryono menjelaskan, banyak masyarakat yang pasrah kepada perangkat desa dalam mengurus sertifikat tanah. Bahkan, mereka tidak memiliki kuitansi pembayaran setelah menyetorkan sejumlah dana kepada perangkat desa.

Akibatnya, sertifikat tidak terbit hingga bertahun-tahun. Padahal, pengurusan sertifikat tanah paling lama 90 hari. Hal itu disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat terkait pengurusan tanah.

“Jangankan minta nomor bukti pendaftaran di BPN, mereka bayar kepada perangkat desa saja tidak ada bukti pembayarannya. Jadi, kalau mau diurus ya susah, karena tidak ada bukti apapun. Kami sempat mendapatkan aduan terkait masalah itu,” tutur Haryono.

Sebagai wakil rakyat, ia mengimbau kepada masyarakat Pati untuk berhati-hati kepada makelar sertifikat tanah yang nakal. Bila tidak diantisipasi, ia khawatir akan muncul makelar-makelar baru dengan masyarakat awam sebagai korbannya.

Baca juga : Anggota Dewan Sidak di BPN Pati Terkait Pengurusan Sertifikat Tanah

Sementara itu, Kepala Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah (HTPT) BPN Pati Marjianto mengatakan, masyarakat yang ingin mengetahui tahapan maupun biaya penerbitan sertifikat tanah bisa datang ke Kantor BPN Pati. Dengan begitu, masyarakat akan tahu persis berapa biaya yang mestinya dikeluarkan dan kapan akan terbit.

“Datang saja ke BPN Pati dengan membawa bukti nomor pendaftaran berkas atau fotokopinya. Nanti akan tahu persis berapa biaya yang harus dibayar ke pajak, pertanahan, tahu secara pasti dan jelas, biar biayanya tidak mahal dan tidak lama,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Taman Bajomulyo Juwana Dikembangkan Jadi Objek Wisata

Selengkapnya →