Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Kades Tambakagung Dilaporkan ke Kejari Rembang



Reporter:    /  @ 13:30:41  /  11 April 2017

    Print       Email

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Parem, warga Desa Tambakagung, Kecamatan Kaliori, Rembang, melaporkan kepala desanya yaitu Ponco Supriyadi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang. Laporan itu terkait dengan pengelolaan keuangan desa yang dinilai tidak transparan.

Tak hanya ke Kejari Rembang saja, laporan yang sudah dibuat pada pertengahan Maret 2017 lalu itu, juga ditembuskan kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Kejaksaan Agung, Gubernur Jawa Tengah, Presiden RI dan Bupati Rembang Abdul Hadidz.

Dalam laporannya, tersebut, Parem menyebut, jika Kades Tambakagung diduga menggelapkan uang retribusi Pasar Kaliori semenjak menjabat sebagai kepala desa. Kemudian, kades juga ditudin telah menyelewengkan uang tukar guling sebesar Rp 50 juta yang diterima panitia desa pada tahun 2009.

Tak hanya itu, kades juga dilaporkan mengenai uang lelang tanah desa ( bondo deso ) yang dilakukan setiap dua tahun sekali, yang sejak pertama kali menjabat pada 2009 tak pernah ada pertanggungjawaban dengan jelas.

Selain itu, Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2010 – 2015 juga diduga ada unsur rekayasa SPJ di dalamnya. Dana desa (DD) tahun 2016 juga masuk dalam daftar aduan, karena dinilai tidak tepat dalam penggunaan, yang juga diprotes warga.

Parem juga menyebut, warga juga mempertanyakan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang hanya diikuti oleh orang-orang yang dekat dengan kepala desa dan tidak dihadiri oleh tokoh masyarakat. Sehingga, diduga ada kegiatan nepotisme dalam musyawarah itu.

Parem mengatakan, dari surat aduannya tersebut, pihaknya mengaku sudah dipanggil oleh Inspektorat Rembang pada Jumat (7/4/2017) untuk dimintai keterangan. “Sejauh ini, saya baru dimintai keterangan pihak inspektorat Rembang Mas,” jelasnya.  

Sementara itu, Kepala Desa Tambak Agung Ponco Supriyadi saat dikonfirmasi membantah semua tuduhan tersebut. Ia berdalih, apa yang dilakukan selama ini sudah sesui dengan aturan yang berlaku.

Ia juga mengakui, jika sudah dipanggil di Inspektorat Kabupaten Rembang untuk dimintai keterangan. “Yang jelas saya membantah semua tuduhan tersebut. Apa yang saya lakukan sudah sesui dengan aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Di sisi lain, Sekretaris Inspektorat Rembang Sri Watini mengatakan, saat ini pihak Inspektorat masih mendalami kasus itu. “Kita juga sudah meminta keterangan si pelapor beberapa waktu lalu,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan langkah dengan cepat untuk menindak lanjuti aduan oleh masyarakat yang ditujukan oleh kepadanya tersebut. “Kita melakukan pemeriksaan ini juga lantaran ada laporan dari Pak Bupati. Sebab dalam aduan itu juga ditembuskan ke bupati. Dan ini masih dalam pemeriksaan,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →