Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Penggugat Ibu Kandung di Pati Ditetapkan Tersangka



Reporter:    /  @ 17:52:59  /  10 April 2017

    Print       Email

Sri Mulat (kanan) dan anaknya (tengah) dan menantunya saat mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Pati beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kistianto (39), penggugat ibu kandung sendiri terkait sengketa tanah di Desa Serutsadang, Kecamatan Winong, Pati ditetapkan tersangka. Dia ditetapkan tersangka oleh penyidik Polres Pati, menyusul laporan dugaan perusakan isi rumah di atas tanah yang disengketakan.

“Kami masih melengkapi berkas. Kalau sudah lengkap, kami akan segera limpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati,” ujar Kasat Reskrim Polres Pati AKP Galih Wisnu Pradipta, Senin (10/4/2017).

Saat ini, proses penyelidikan terkait dengan kasus tersebut terus berjalan. Pihaknya memastikan akan menangani kasus tersebut secara prosedural, sesuai dengan undang-undang.

Dari informasi yang dihimpun, kasus tersebut berawal dari upaya Sunardi, ayah Kistianto yang ingin menjual tanah untuk keperluan pengobatan. Dwi Nur Wahyunita, adik Kistianto mengaku dihalang-halangi saat ingin menawarkan kepada pembeli.

Bahkan, Wahyunita mengaku sempat diintimidasi agar tanah itu tidak jual kepada orang lain. Dia menyebut, Kistianto ingin membeli tanah itu sendiri. Pada akhirnya, tanah itu berhasil dibeli Kistianto senilai Rp 150 juta.

Nominal itu dinilai jauh dari nilai jualnya, karena diakui pernah ditawar calon pembeli senilai Rp 600 juta. Kistianto sendiri secara hukum belum bisa menguasai aset tanah, karena sang ayah meninggal dunia sebelum ada akta jual beli tanah oleh notaris.

Kistianto hanya memegang kuitansi dan meminta ibu kandungnya, Sri Mulat untuk menandatanganinya tetapi ditolak. Lantaran menolak, Sri Mulat dan adiknya, Wahyunita digugat ke pengadilan.

Diduga karena persoalan tersebut, Kistianto disebut merusak isi rumah. Karena perbuatannya, Kistianto dilaporkan ke polisi dan saat ini ditetapkan sebagai tersangka.

Darsono, kuasa hukum Kistianto menuturkan, kliennya itu terpaksa menggugat ibu kandung dan adiknya sendiri karena dianggap melawan hukum dalam proses jual beli tanah. Keduanya tidak mau menandatangani akta jual beli tanah atas tanah yang ia beli saat ayahnya masih hidup.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Tak Lengkapi Berkas, Nasib 2 Parpol Sebagai Peserta Pemilu Tunggu Keputuasan KPU Pusat

Selengkapnya →