Publisher is the useful and powerful WordPress Newspaper , Magazine and Blog theme with great attention to details, incredible features...

Bule Denmark Kaget Lihat Banyak Benda Purbakala di Banjarejo Grobogan

18
Kades Banjarejo Ahmad Taufik foto dengan dua tamunya yang berasal dari Denmark. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain warga sekitar, ada dua pengunjung istimewa yang sempat bertandang untuk melihat koleksi benda purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, Minggu (8/4/2017). Yakni, Sara Wintner Skriles dan teman prianya Rasmus Stogm yang berasal dari Denmark.

Kedua tamu dari luar negeri ini tiba di rumah Kades Banjarejo Ahmad Taufik sekitar pukul 15.30 WIB.  Mereka berdua sempat melihat aneka koleksi benda purbakala lebih 1 jam lamanya.

“Lumayan lama mereka berada di Banjarejo. Saya sempat kaget ketika sore-sore ada orang asing datang. Untungnya, saya kok pas ada di rumah,” kata Ahmad Taufik, Senin (9/4/2017).

Kedatangan dua orang asing itu dilakukan untuk membuktikan rasa penasaran. Ceritanya, mereka berdua sempat melihat baliho Desa Wisata Purbakala Banjarejo yang terpasang di Desa Sulursari, Kecamatan Gabus.

“Mereka berdua, khususnya Sara kaget ada benda purbakala di Banjarejo. Akhirnya mereka minta diantarkan menuju kesini,” jelas Taufik.

Taufik menceritakan, pada tahun 2008 lalu, Sara ternyata pernah tinggal di Desa Sulursari selama sembilan bulan. Yakni, dalam rangka pertukaran mahasiswa antar negara.

“Jadi kemarin dia kesini sama temannya dalam rangka liburan dan bernostalgia di Sulursari. Gara-gara lihat baliho, mereka jadi penasaran dan akhirnya kesini,” kata Taufik.

Menurut Taufik, rasa penasaran dan kekagetan Sara dinilai cukup beralasan. Sebab, saat Sara menjalani program pertukaran mahasiswa, belum pernah ada kabar maraknya penemuan benda purbakala di Banjarejo.

“Penemuan benda purbakala baru marak dalam dua tahun terakhir. Waktu Sara di Sulursari tahun 2008, potensi purbakala Banjarejo memang belum terdengar. Makanya, dia sempat kaget ketika lihat ada desa wisata purbakala,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Ruangan komen telah ditutup.