Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Tingkatkan Kualitas, Puluhan Perawat di Rembang Ikuti Seminar Keperawatan



Reporter:    /  @ 22:00:33  /  8 April 2017

    Print       Email

Puluhan perawat di Rembang sedang mengikuti seminar peningkatan kualitas kesehatan melalui keperawatan komunitas di Aula Lantai IV Kantor Bupati Rembang, Sabtu (8/4/2017)

MuriaNewsCom, Rembang – Puluhan perawat di Kabupaten Rembang mengikuti Seminar Keperawatan dalam rangka peningkatan kualitas kesehatan melalui keperawatan komunitas. Acara ini berlangsung di Aula Lantai IV Kantor Bupati Rembang, Sabtu (8/4/2017).

Seminar yang diselenggarakan oleh Persatuan Perawatan Nasional Indonesia (PPNI) Rembang ini, bertujuan untuk meningkatkan kualitas perawat yang bekerja di wilayah Rembang.

Ketua Panitia Seminar, Taufik Akbar mengatakan, saat ini perawat tidak lagi melakukan penanganan kuratif dan rehabilitatif atau pengobatan. Akan tetapi perawat saat ini harus dituntut lebih ke preventif dan promotif.

“Jadi perawat lebih ditekankan  lagi untuk melakukan hal-hal yang bersifat promotif dan preventif yang menyasar ke area-area komunitas. Seperti halnya di desa, RW bahkan sampai keluarga dan individu. Dan yang sekarang sedang digalakkan salah satunya, kesehatan di area-area sekolah,” katanya.

Wakil Bidang Pendidikan dan Diklat PPNI Rembang itu juga mengutarakan, bahwa salah satu bentuk pelayanan yang bisa dilakukan contohnya melakukan pelayanan langsung ke dalam keluarga atau home care,  perawatan luka, posyandu lansia dan dalam bentuk pelayanan lainnya.

Sementara itu, pelopor asuhan keperawatan komunitas di Kabupaten Banyumas, Ns. Fajar Tri Asih menuturkan, kunci sukses pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas seperti di Banyumas yang harus dilakukan pertama adalah membentuk komite keperawatan komunitas di Rembang. Karena dengan adanya komite ini perawat akan mempunyai wadah untuk menjaga mutu pelayanan keperawatan.

“Pertama kita mendirikan komite, tentunya di awal-awal yakni dengan cara menggunakan dana patungan tanpa ada dukungan anggaran pemerintah, sebelum akhirnya didukung APBD. Setelah itu mengadakan pelatihan perkesmas yang bisa meningkatkan kualitas perkesmas,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengutarakan bahwa kegiatan ini perlu menggandeng perguruan tinggi berbasis kesehatan, karena perguruan itu memiliki program pendidikan kesehatan di masyarakat.

“Nantinya mahasiswa dari perguruan tinggi tersebut bisa dikirim ke kabupaten dan Dinas Kesehatan setempat untuk ditempatkan ke lokasi atau pedesaan yang lebih membutuhkan layanan kesehatan. Jika asuhan keperawatan komunitas ingin terus berjalan maka segera menggelar whorkshop untuk membuat dokumentasi asuhan keperawatan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala DKK Rembang Ali Syofii sangat mengapresiasi seminar dan program asuhan keperawatan komunitas. Perawat kesehatan masyarakat itu akan diterapkan di puskesmas-puskesmas yang ada di Kabupaten Rembang.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Taman Bajomulyo Juwana Dikembangkan Jadi Objek Wisata

Selengkapnya →