Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Dishub Tempatkan Pengawas di RSUD Rembang untuk Awasi Juru Parkir ‘Nakal’



Reporter:    /  @ 22:00:44  /  7 April 2017

    Print       Email

Karcis parkir di RSUD dr Soetrasno Rembang yang seharusnya untuk kendaraan roda empat, justru ada oknum petugas parkir yang memberikan kepada pengguna sepeda motor. Terkait hal ini, Dishub tempatkan petugas untuk awasi juru parkir nakal. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rembang menempatkan petugas khusus untuk mengawasi juru parkir nakal yang berada di RSUD dr Soetrasno Rembang. Hal ini terkait, adanya temuan oknum juru parkir yang menarik restribusi parkir untuk pengguna sepeda motor yang tidak sesuai. Pengendara sepeda motor diberikan karcis yang seharusnya untuk kendaraan roda empat.

Suwarno, Bagian Lalu lintas pada Dishub Rembang mengatakan, pihaknya menempatkan dua petugas untuk melakukan pengawasan dan memberikan imbauan kepada pengguna parkir di RSUD dr Soetrasno Rembang untuk membayar restribusi sesuai tarif yang ditetapkan pemerintah daerah.

Dalam Perda Nomor 5 Tahun 2010 tentang Restribusi disebutkan jika parkir di tempat khusus, seperti halnya rumah sakit, taman dan tempat pelelangan ikan, besarannya Rp 1.000 bagi kendaraan roda dua, dan Rp 2.000 untuk kendaraan roda empat. Sedangkan parkir di tepi jalan umum, sebesar Rp 500 bagi kendaraan roda dua dan Rp 1.000 bagi kendaraan roda empat.

“Sebenarnya, beberapa waktu lalu, kita sudah memanggil petugas parkir untuk dilakukan pembinaan. Namun demikian, jika memang masih ditemukan pelanggaran, tentunya kita akan mengambil sikap. Bisa jadi, sanksinya kita berhentikan mereka,” ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya melakukan pendekatan, agar petugas parkir bisa menjalankan sesuai aturan. Sehingga, ke depan tidak ada lagi keluhan dari pengguna parkir di RSUD dr Soetrasno, hanya gara-gara tarif tidak sesuai.

Menurutnya, restribusi parkir dari RSUD Rembang ditarget Rp 180 juta per tahunnya. Untuk setiap hari, katanya, pendapatan dari sektor parkir sekitar Rp 1 juta. Jumlah itu, disetor ke Dishub Rp 500 ribu per hari dan sisanya dibagi ke 21 petugas parkir di tempat tersebut.

Selain itu, ia juga menyampaikan, jika pihak rumah sakit juga berkeinginan untuk mengelola parkir tersebut. Namun permohonan pengelolaan itu juga akan dibahas lebih matang lagi dengan pemerintah daerah. “Misalkan pihak RSUD minta parkirnya dikelola sendiri, setidaknya Dishub juga dilibatkan. Sebab, parkir ini memang kewenangan Dishub. Apakah itu nantinya akan diawasi Dishub atau bagaimana,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Dukungan Pusat dan Pemprov untuk Tuntaskan Perbaikan Gedung SD Rusak

Selengkapnya →