Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Peringkat Penderita DBD di Jepara Diklaim Menurun



Reporter:    /  @ 19:00:03  /  7 April 2017

    Print       Email

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jepara, mencapai 136 kasus, pada periode Januari-Maret 2017. Meskipun demikian,  Dinas Kesehatan Jepara mengklaim terjadi penurunan kasus, jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu didasarkan atas peringkat penderita Demam Berdarah dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Peringkat kita biasanya 3 besar penderita kasus DBD terbanyak. Namun pada 2016 terjadi penurunan kasus, hingga menempati nomor sembilan. Tahun ini (2017) kemungkinan bisa ditekan dan kita berada di peringkat 15,” beber Fakhrudin, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara.

Hal itu diakui pula oleh Kepala Dinas Kesehatan Jepara, dr Dwi Susilowati. Hal itu tak terlepas dari usaha pemkab dan seluruh warga memberantas DBD.

Dalam memberantas DBD, pihaknya telah melakukan Gerakan Serentak (gertak). Hal itu dengan melibatkan seluruh komponen warga untuk melakukan PSN.

Baca juga : Bangsri Tempati Posisi Tertinggi Kasus DBD di Jepara

“Kita juga melakukan Germas (Gerakan Masyarakat Sehat). Yakni, untuk satu keluarga masing-masing harus memunyai paling tidak satu orang untuk memberantas sarang nyamuk. Jadi tidak hanya mengandalkan gerakan dari pemerintah,” ungkap Dwi, di kantornya.  

Di samping itu, pihaknya juga menginisiasi hadirnya personel akselelator di beberapa daerah. Hal itu ditujukan untuk menginventarisir keluhan warga tentang penyakit, termasuk DBD.

Selain itu, ada pula lomba PSN yang rutin digelar setiap bulan Januari-Februari. Semua usaha tersebut dilaksanakan, untuk menekan kasus DBD.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Dukungan Pusat dan Pemprov untuk Tuntaskan Perbaikan Gedung SD Rusak

Selengkapnya →