MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkab Rembang Gelar Kartini Fair

110
Bupati Rembang Abdul Hafidz meninjau salah satu stand pameran pada event Kartini Fair di Balai Kartini Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggelar event besar bertajuk Kartini Fair. Acara ini dibuka langsung oleh Abdul Hafidz yang ditandai dengan pemukulan gong dan melepas dua ekor burung merpati, pada Kamis (6/4/2017) sore.

Selama pembukaan, pengunjung dan tamu undangan menikmati berbagai hiburan, di antaranya karawitan yang juga memainkan gendhing ladrang ginunjing, tari gambyong, fashion show batik dan fashion show kostum pengantin.

Selain hiburan tersebut,  pemandangan unik juga terlihat di sebelah timur dan barat pintu masuk Balai Kartini. Panitia memberikan space  khusus kepada sejumlah orang atau komunitas nginang.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar). Pasalnya Kartini Fair merupakan event yang pertama kalinya terselenggara di Kabupaten Rembang yang seolah-olah seperti menggaungkan semarak Hari Kartini di Rembang.

Hafidz berharap, kreatifitas tersebut terus dilakukan dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata. Seperti diketahui, pariwisata merupakan salah satu program unggulannya bersama wakilnya Bayu Andriyanto.

Sebagai tempat perjuangan RA Kartini, Rembang harus memperlihatkan jejak dan perjuangan RA Kartini agar bisa menginspirasi generasi muda. Momentum ini akan terus dikembangkan untuk mewujudkan visi misi yang ada di RPJMD.

Kepala Dinbudpar Rembang Dwi Purwanto mengungkapkan, event yang digelar sampai tanggal 11 April mendatang memang dikemas berbeda, salah satunya terdapat stand yang dekorasinya seperti pesta pernikahan. Dinbudpar juga mendatangkan komunitas nginang dari warga Desa Ceriwik Lasem, sebagai bentuk upaya pelestarian budaya dan tradisi lokal.

“Kemudian kita ada stand dari guru-guru seni yang ada di Rembang dengan karya seni lukis tentang objek wisata di Rembang. Jadi nanti kita bisa melihat ada lukisan warung kopi, lontong tuyuhan, klenteng, Omah Londo dan lainnya,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

United Futsal Pc

Ruangan komen telah ditutup.