Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Kelompok Kajian Teater Tigakoma FKIP UMK Sukses Pentaskan Naskah Los



Reporter:    /  @ 17:53:49  /  6 April 2017

    Print       Email

Salah satu adegan dalam pementasan naskah Los karya sastrawan Putu Wijaya di Auditorium UMK, Rabu. (MuriaNewsCom/Faiso Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kelompok Kajian Teater Tigakoma FKIP UMK mementaskan naskah berjudul Los karya Putu Wijaya di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Rabu (5/4/2017) malam. Dalam pementasan itu, Bandot, menjadi sosok sentral, yang tak juga mati meski telah dieksekusi.

Secara garis besar, naskah ini menceritakan tentang eksekusi mati yang akan dijalankan pada Bandot. Hukuman tesebut didapatkan akibat sikap dan perbuatannya. Namun anehnya menjelang eksekusi mati Bandot tidak gentar dan tidak takut sedikitpun, ia malah tertidur dengan pulas.

Lebih anehnya lagi setelah dieksekusi puluhan kali ternyata jantung Bandot masih berdetak, Bandot belum mati. Si Tua dan Gembrot sebagai sipir penjara dibuat kebingungan, juga tokoh-tokoh lain yang hadir seperti dokter, seseorang, dan kawan-kawan ikut merasakan kebingungan yang semakin mengacaukan suasana.

A Saiful Anam, sutradara pementasan mengatakan pementasan berjudul Los tersebut merupakan bentuk kritik Teater Tigakoma terhadap sistem, kekuasaan atau rezim yang selalu mengatur segala tingkah laku manusia. Dan dalam pentas, sosok Bandot mewakilinya.

“Sosok Bandot mewakilkan itu semua. Dirinya tetap melawan meski  telah disetrum mati berkali–kali. Namun pada kenyataannya dia tak pernah mati,” kata Anam usai pementasan.

Sosok Bandot itu sendiri digambarkan sebagai sosok pemimpin kelompok punk. Dialah yang menyebarkan ideologi perlawanan ke kawanannya. Dan caranya menyebarkan adalah lewat orasi puisi karya Widji Tukul.

Dikatakan, konsep penggarapan dalam naskah ini menghadirkan banyak kejutan. Mulai pemilihan bentuk panggung semi arena, konsep multimedia, hingga pemilihan properti yang apik.

Sementara, Miftahul Umam, panitia pentas produksi menyebutkan rencananya pentas tak hanya berhenti di UMK Kudus stapi juga ke Magelang pada Sabtu (15/4/2017). “Kami sudah menjalin kerja sama dengan Teater Fajar untuk menggelar pementasan itu di Auditorium kampus I Universitas Muhammadiyah Magelang yang berada di jalan Tidar nomor 21 Magelang,” ujarnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Wabup Pati Sidak di Dinas Pertanian, Ini Temuannya

Selengkapnya →