Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Dituntut Anak Kandungnya Sendiri Rp 295 Juta, Ibu di Pati Ini Tak Kuasa Tahan Air Matanya



Reporter:    /  @ 17:00:23  /  6 April 2017

    Print       Email

Sri Mulat (kanan) dan putri sulungnya yang menjadi tergugat saat memenuhi panggilan Pengadilan Negeri Pati, Kamis (6/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sri Mulat, seorang ibu warga Desa Serutsadang, Kecamatan Winong, Pati tak kuasa menahan air mata saat memenuhi panggilan Pengadilan Negeri (PN) Pati, Kamis (6/4/2017). Seorang ibu yang tengah menderita stroke ini digugat anak sulungnya, Kistanto karena persoalan tanah.

Bahkan, Sri Mulat dituntut anak sulungnya untuk membayar ganti rugi senilai Rp 295 juta. Kistanto merasa dirugikan secara material maupun imaterial oleh ibunya sendiri.

Darsono, kuasa hukum Kistanto mengatakan, Kistanto mengalami kerugian material dan imaterial karena perbuatan ibunya yang tidak mau menandatangani akta jual beli tanah yang dibeli Kistanto dari almarhum ayahnya, suami Sri Mulat senilai Rp 150 juta.

Kerugian material yang dimaksud, antara lain biaya apabila tanah objek sengketa disewakan nilai Rp 5 juta, biaya gugatan Rp 5 juta, biaya advokat Rp 50 juta, biaya eksekusi Rp 25 juta, dan biaya apabila ada upaya hukum senilai Rp 10 juta. Kerugian material itu berjumlah Rp 95 juta.

Merasa mengalami tekanan lahir dan batin, Kistanto juga menuntut ibunya karena kerugian imaterial senilai Rp 200 juta. “Akibat perbuatan tergugat, penggugat mengalami tekanan lahir dan batin, meskipun hal itu tidak dapat dinilai dengan uang, tapi rasa keadilan sangat wajar bila dinilai dengan nominal sebesar Rp 200 juta,” kata Darsono.

Kedua kerugian tersebut bila dijumlah bernilai Rp 295 juta. Darsono menilai, Sri Mulat selaku tergugat sudah selayaknya dihukum membayar ganti rugi terhadap kerugian yang diderita penggugat.

Baca juga : Gara-gara Hal ini, Seorang Ibu di Pati Digugat Anaknya Sendiri

 
“Apabila tergugat terlambat dalam menjalankan isi putusan ini bila sudah memiliki kekuatan hukum tetap, sudah selayaknya tergugat dihukum membayar uang paksa kepada penggugat sebesar Rp 100 ribu untuk setiap hari keterlambatannya dalam menjalankan putusan ini,” imbuh Darsono dalam materi gugatannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sri Mulat didugat anaknya sendiri karena tidak mau menandatangani akta jual beli tanah, yang dibeli Kistanto dari ayahnya. Ayahnya belum sempat menandatangani akta jual beli tanah ke notaris, lantaran meninggal dunia.

Sebagai gantinya, Sri Mulat diminta menandatanganinya. Namun, Sri Mulat menolak karena tanah seluas 330 meter persegi milik suaminya itu ingin dibagi rata kepada dirinya dan kedua anaknya, termasuk Kistanto sendiri.

Kistanto sendiri memiliki bukti pembelian tanah ayahnya berupa kwitansi. Kistanto ingin menaikkan kwitansi itu menjadi akta jual beli tanah pada kantor notaris. Sri Mulat tidak menyangka penolakan penandatanganan akta jual beli itu berujung pada gugatan ke pengadilan.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

2 Perwira Polres Grobogan Berganti Wajah, Ini Sosoknya

Selengkapnya →