Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Gara-gara Hal ini, Seorang Ibu di Pati Digugat Anaknya Sendiri



Reporter:    /  @ 15:50:10  /  6 April 2017

    Print       Email

Sri Mulat (kanan) ditemani putri bungsu saat di Pengadilan Negeri (PN) Pati, Kamis (6/4/2017). Sri Mulat digugat Kistanto, anak sulung Sri Mulat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang ibu bernama Sri Mulat, warga Desa Serutsadang, Kecamatan Winong, Pati digugat anaknya sendiri ke Pengadilan Negeri (PN) Pati.

Sri Mulat digugat anak sulungnya, Kistanto, karena tidak mau menandatangani akta jual beli tanah yang dibeli Kistanto senilai Rp 150 juta. Saat itu, Kistanto membeli tanah ayahnya untuk melunasi hutang sang ayah di BRI.

Namun, sebelum akta jual beli tanah terbit, sang ayah meninggal dunia. Kistanto akhirnya hanya memiliki bukti pembelian tanah berupa kwitansi pembayaran.

Kistanto pun meminta kepada ibunya untuk menandatangani akta jual beli tanah, karena sang ayah meninggal dunia. Namun, Sri Mulat menolak karena ingin tanah itu dibagi menjadi tiga, satu bagian untuknya dan dua bagian untuk kedua anaknya, termasuk Kistanto.

“Saya ingin tanah itu dibagi tiga, untuk saya, Kistanto dan adiknya, Dwi Nur Wahyunita. Biar adil dan sama-sama kebagian. Lagipula, dulu tanah seluas 330 meter persegi ditawar Rp 600 juta, suami saya tidak mau,” ungkap Sri usai mengikuti persidangan di PN Pati, Kamis (6/4/2017).

Wahyunita menambahkan, saat itu ayahnya terjerat hutang di BRI dengan jaminan tanah, sehingga kakaknya berniat membelinya seharga Rp 150 juta. “Bapak menerima uang itu, tapi belum ada kesepakatan kedua belah pihak,” imbuh Wahyunita.

Sementara itu, Darsono, kuasa hukum Kistanto berpendapat, Sri Mulat melakukan perbuatan melawan hukum, karena tidak mau tanda tangan akta jual beli tanah yang sudah dibayar dengan bukti kwitansi. “Karena dikategorikan melawan hukum, ibu Sri Mulat sudah selayaknya digugat,” tuturnya.

Saat ini, kondisi Sri Mulat yang digugat anaknya sendiri dalam keadaan memprihatinkan. Dia terkena stroke dan berjalan menggunakan tongkat. Dia berharap, tanah itu bisa dibagi secara adil untuk dirinya dan kedua anaknya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Tak Lengkapi Berkas, Nasib 2 Parpol Sebagai Peserta Pemilu Tunggu Keputuasan KPU Pusat

Selengkapnya →