Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Tragis, Ayah 2 Balita Ini Tewas Tersetrum saat Kerja di Kedungjati Grobogan



Reporter:    /  @ 13:39:40  /  6 April 2017

    Print       Email

Kapolsek Kedungjati AKP Sapto saat melihat korban tersengat listrik di puskesmas setempat, Kamis.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan kerja terjadi di Desa Kedungjati, Kecamatan Kedungjati, Grobogan, Kamis (6/4/2017). Seorang pekerja bangunan benama Ahmad Bandowi (31), warga Desa Jumo, Kecamatan Kedungjati, tewas terkena sengatan listrik saat melakukan aktivitasnya.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa tragis terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban bersama rekannya Sugiyarto sedang bekerja membuat gudang toko bangunan.

Pagi itu, korban kebagian tugas untuk menyelesaikan pemasangan pipa pralon untuk saluran air di lantai II. Sebelum dipasang, terlebih dulu, korban mengukur kebutuhan pipa yang diperlukan menggunakan sebuah alat meteran panjang.

Nahas, saat mengukur pada bagian atas, meteran yang dipegang mengenai kabel listrik tegangan tinggi. Akibatnya, korban akhirnya terkena sengat listrik hingga terpental dan jatuh di rumah warga yang ada di samping toko bangunan tersebut.

Tidak lama kemudian, warga bergegas menuju lokasi kejadian untuk melakukan pertolongan. Korban yang mengalami luka parah dilarikan ke Puskesmas Kedungjati. Namun, nyawa pekerja yang memiliki dua anak berusia balita itu tidak tertolong.

Kapolsek Kedungjati AKP Sapto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pekerja bangunan yang tewas tersengat listrik tersebut. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, kejadian itu murni sebuah kecelakaan akibat kurang hati-hatinya korban saat melakukan aktivitas.

“Korban kurang waspada dan kemungkinan tidak tahu kalau di atas bangunan ada kabel listrik tegangan tinggi. Kami minta pada masyarakat supaya memerhatikan keselamatan ketika bekerja di dekat kabel listrik,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban kemudian diserahkan pada keluarganya untuk dimakamkan. Pihak keluarga sudah bisa menerima dan menganggap peristiwa itu sebagai sebuah musibah.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Begini Penjelasan KH Anwar Zahid Terkait Pentingnya Bersyukur saat Bangun Tidur

Selengkapnya →