Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

2 Putrinya Tewas Tersambar KA di Grobogan, Sang Ibu Batal jadi TKI



Reporter:    /  @ 19:03:34  /  5 April 2017

    Print       Email

Pasangan Daryanto (40) dan Sri Muryani (33) bersama putri sulungnya, Clara Putri Asriyananda (5) saat acara pemberian santunan dan bantuan yang diberikan oleh beberapa instansi, Rabu (5/4/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kesedihan mendalam masih dirasakan pasangan Daryanto (40) dan Sri Muryani (33). Orang tua ini, baru saja kehilangan dua putrinya, Apitara Asriyana (4), dan Shaherra Seikha Asriyana (2) yang meninggal akibat tersambar kereta api, Selasa (4/4/2017) sekitar pukul 08.00 WIB. Peristiwa tragis itu terjadi tidak jauh dari rumahnya di Kampung Gubug Timur, Desa Gubug, Kecamatan Gubug,

Selain Apitara dan Shaherra, pasangan ini ternyata masih punya satu putri lagi. Yakni, putri sulung bernama Clara Putri Asriyananda (5) yang masih duduk di bangku TK Pembangunan Desa Gubug, Kecamatan Gubug. Saat peristiwa menimpa dua adiknya, Clara sedang berada di sekolah.

Rona kesedihan masih terlihat saat pasagan muda ini menerima santunan dan bantuan yang diberikan oleh beberapa instansi, Rabu (5/4/2017). Saat kejadian menimpa dua balita tersebut, keduanya sedang tidak ada di rumah. Daryanto sedang belanja di warung tetangga dan Sri Muryani berada di tempat penampungan PJTKI Alwihdah Jaya Sentosa di Purwodadi.

“Rencananya saya akan bekerja jadi TKI di Singapura. Namun, setelah mendapat kenyataan ini, saya sepertinya tidak jadi berangkat,” katanya sambil menahan tangis.

Sebagai persiapan kerja di luar negeri, selama hampir dua bulan lalu, ia mengikuti serangkaian pelatihan dari PJTKI. Meski diwajibkan menginap, namun Sri memilih bolak-balik dari Gubug-Purwodadi supaya bisa bejumpa dan merawat anak-anaknya sebelum nanti berangkat kerja untuk kurun waktu lama. Sebelumnya, Sri pernah kerja jadi TKI selama dua tahun. Yakni, di negeri jiran Malaysia.

Sri menyatakan, pertemuan terakhir kali dengan dua putrinya terjadi pada Senin (3/4/2017) pagi atau sehari sebelum kejadian tragis tersebut. Saat itu, suami dan anak-anaknya ikut mengantarkan dirinya yang akan berangkat ke Purwodadi, hingga di bundaran Gubug. “Anak-anak ikut antar saya sampai bundaran Gubug. Saat itu, saya tidak ada firasat apa-apa,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Dukungan Pusat dan Pemprov untuk Tuntaskan Perbaikan Gedung SD Rusak

Selengkapnya →