Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

GP Ansor Kudus Keberatan dengan Isi Spanduk HTI



Reporter:    /  @ 18:30:45  /  5 April 2017

    Print       Email

Anggota GP Ansor memperlihatkan isi spanduk dari HTI yang membuat mereka keberatan di Kudus, Rabu. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – GP Ansor Kudus menyatakan sikap keberatan dengan isi spanduk milik Hitzbut Tahrir Indonesia (HTI). Dalam spanduk memuat kata Khilafah.

“Dalam spanduk bertuliskan Saatnya Umat Bangkit Dengan Syariah Dan Khilafah Dan Masirah Panji Rasulullah, Islam Rahmatan Lil ‘Alamin”. Kalimat ‘Masirah Panji Rasulullah’ tidak lain hanya sebatas tunggangan nama dalam agenda besar HTI yakni penegakan Khilafah utk menggantikan Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” kata Ketua GP Ansor Kudus M Sarmanto Hasyim.

Dia bersama anggotanya menyatakan sikap keberatan dan melaporkannya ke Polres Kudus,  Rabu (5/4/2016). Saat itu, Kasatintelkam Polres Kudus AKP Mulyono menerima perwakilan GP Ansor di ruangannya, sekitar pukul10.30 WIB.

Spanduk tersebut terpasang di beberapa titik. Di antaranya di Pasar Doro Desa Mejobo Kecamatan Mejobo, Proliman Tanjung Desa Tanjung Karang Kecamatan Jati dan Pasar Kliwon Desa Rendeng Kecamatan Kota.

Pemasangan spanduk HTI ternyata juga tidak dilengkapi dengan perizinan resmi dari dinas terkait. Saat ini spanduk tersebut telah diturunkan oleh GP Ansor dan Banser Kudus.”HTI juga telah mendeskreditkan Ansor dan Banser sebagai penjaga gereja, padahal kegiatan tersebut bukan merupakan instruksi namun hanya tugas bersama yang dilakukan untuk pengamanan Natal dan tahun baru,” ujarnya.

Tugas tersebut merupakan pembuktian kepada negara bahwa Ansor dan Banser mempunyai komitmen membantu aparat keamanan. Jadi, apa yang dikatakan oleh HTI jelas tidak pas. Dia juga mengatakan kalau bendera HTI yang berwarna hitam, bukanlah bendera dari Rasulullah SAW, melainkan lebih kepada bendera pemberontak yang diberi nama Liwa dan Mayan

Ansor dan Banser juga menentang terhadap kelompok anti NKRI, kelompok anti Pancasila dan kelompok yg menolak Bhineka Tunggal Ika termasuk tidak menerima gagasan negara Khalifah di NKRI. Pihaknya menuntut pembubaran HTI secara organisasi, paham, gerakan maupun tindakan, karena sudah nyata dan jelas bahwa HTI mengumandangkan anti Pancasila serta menyerukan Khilafah untuk mengganti Pancasila dan UUD 45.

Sementara, Ketua HTI Kudus Agung Dwi Nurcahyo, saat dikonfirmasi awak media membenarkan jika banner itu memang milik HTI. Dan itu memang terpasang tak berizin lantaran itu dianggap tidak perlu. “Pemasangan tidak dilakukan di tempat khusus banner, namun tempat umum. Jadi tidak perlu izin,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Begini Penjelasan KH Anwar Zahid Terkait Pentingnya Bersyukur saat Bangun Tidur

Selengkapnya →