Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Jasa Raharja Santuni Keluarga 2 Balita yang Tewas Tersambar KA di Gubug Grobogan



Reporter:    /  @ 15:58:11  /  5 April 2017

    Print       Email

Pihak Jasa Raharja santuni keluarga 2 balita yang tewas tersambar KA di Gubug Grobogan, Rabu (5/4/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan maut yang menyebabkan dua orang balita tewas tersambar kereta api (KA) di Kampung Gubug Timur, Desa Gubug, Kecamatan Gubug, mendapat perhatian dari sejumlah instansi. Salah satunya dari PT Jasa Raharja Jawa Tengah.

Dua orang balita yang jadi korban, yakni Apitara Asriyana (4), dan Shaherra Seikha Asriyana (2) diberi santunan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Masing-masing korban mendapat santunan sebesar Rp 25 juta. Dua korban adalah kakak beradik, putri pasangan Daryanto dan Sri Muryani yang tinggal di wilayah RT 05, RW 12.

“Korban kecelakaan meninggal memperoleh santunan penuh sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang. Santunan ini, dananya diambilkan dari premi yang dibayarkan pemilik kendaraan dan pengelola kereta api,” kata Kepala Kantor Pelayanan Jasa Raharja Demak Yoga Sasongko, saat menyerahkan santunan, Rabu (5/4/2017).

Penyerahan santunan dilakukan di kediaman salah seorang kerabat korban yang lokasinya tidak jauh dari rumah duka. Selain dari Jasa Raharja, pada korban kecelakaan juga diberikan Polres Grobogan. Santunan dari kepolisian berupa paket sembako ini diserahkan Kasat Lantas AKP Panji Gedhe Prabawa didampingi Kapolsek Gubug AKP Dedy Setya.

Kemudian, dari pihak PT KAI Daop IV Semarang juga memberikan sejumlah uang sebagai bentuk tali asih. Santunan dan bantuan dari beberapa instansi ini diterima langsung Daryanto didampingi istrinya Sri Muryani.

“Peristiwa ini hendaknya jadi perhatian kita bersama dan semoga keluarga korban diberi ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Dari peristiwa kemarin, saya minta agar pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di dekat jalur kereta agar ditingkatkan. Jangan biarkan anak-anak berakivitas tanpa pengawasan orang tua,” pesan Panji.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Begini Penjelasan KH Anwar Zahid Terkait Pentingnya Bersyukur saat Bangun Tidur

Selengkapnya →