Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Berkas Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan Dilimpahkan ke Kejari Rembang



Reporter:    /  @ 12:00:31  /  5 April 2017

    Print       Email

Puluhan wartawan di Rembang saat melakukan aksi damai beberapa waktu lalu, terkait adanya tindakan kekerasan terhadap wartawan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Berkas kasus kekerasan yang dilakukan oknum karyawan PLTU PJB Sluke terhadap wartawan di Kabupaten Rembang dilimpahkan oleh pihak penyidik Polres Rembang kepada pihak kejaksaan negeri setempat, Selasa (4/4/2017).

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Rembang, Muhammad Salahuddin mengatakan, pelimpahan berkas kemarin merupakan tahap kedua dari penyidik kepolisian ke kejaksaan. Setelah itu, berkas akan dilimpahkan ke penuntutan guna pelimpahan ke persidangan.

“Waktu kami 20 hari, tetapi secepatnya kita limpahkan. Tinggal kelengkapan administrasi dan mungkin tambahan materi, segera kita limpahkan. Saat pelimpahan, nanti kami kabari,” ungkapnya.

Menurutnya, jeda waktu sejak berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 pada 6 Maret 2017 hingga pelimpahan tahap kedua pada 4 April ini, sebagai waktu normal atau tidak cenderung lamban.

Pihaknya juga meminta kepada pihak wartawan agar membantu menghadirkan saksi di persidangan nanti, agar prosesnya berlangsung secara cepat.

Sementara itu, Darmawan Budiharto, kuasa hukum dari tersangka  Suryono yang merupakan karyawan PLTU PJB Sluke mengatakan, kliennya tersebut masih belum percaya menyandang status tersangka.

Menurutnya, kliennya ketika kejadian di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit dr R Soetrasno Rembang, hanya sebatas melakukan aksi solidaritas bagi 4 orang rekannya korban kecelakaan kerja yang menjalani perawatan lantaran kecelakaan kerja.

Kemudian, dalam hal ini, tersangka juga tidak dilakukan penahanan. Sebab, menurut pihak kejaksaaan, ancaman hukuman tersangka di bawah lima tahun. Syarat formilnya tak bisa dilakukan penahanan terhadap tersangka.

Dalam kaitannya hal ini, tersangka dijerat Undang-Undang Pers  Nomor 40 tahun 1999 pasal 18, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →