Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Kelompok Kajian Teater Tigakoma FKIP UMK Pentaskan Naskah Los Karya Putu Wijaya



   /  @ 10:04:42  /  5 April 2017

    Print       Email

MuriaNewsCom, Kudus – Kelompok Kajian Teater Tigakoma yang berada di bawah naungan FKIP Universitas Muria Kudus akan mementaskan sebuah pertunjukan karya teatarawan modern Indonesia, Putu Wijaya.

Bertajuk “Pentas 2 Kota Produksi Ke-XII”  akan dipentaskan pada Rabu (5/4/2017) di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) dan Sabtu (15/4/2017) di Auditorum Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Magelang mendatang.

Setelah sukses pada tahun lalu menggarap naskah “Macbeth”  karya William Shakespeare terjemahan WS Rendra, di Kudus dan Jepara. Dalam usia yang kesepuluh pada tahun 2017 ini Teater Tigakoma mencoba mewarnai perjalanan kreatifnya dengan mengangkat naskah Los karya Putu Wijaya yang disutradarai oleh A Saiful Anam.

Pimpinan Produksi, Miftahul Umam mengatakan, pilihan naskah kali ini tidak lepas dari ceritanya yang menarik untuk divisualisasikan ke dalam pertunjukan panggung teater. Terlebih naskah yang diketik pada tahun 1980 ini memiliki gagasan dan isu sosial yang relevan dengan keadaan sekarang juga masih sangat jarang dipentaskan oleh pelaku teater di Kudus.

Secara garis besar, naskah ini menceritakan tentang eksekusi mati yang akan dijalankan pada Bandot, sosok tokoh utama. Hukuman tesebut didapatkan akibat sikap dan perbuatannya. Namun anehnya menjelang eksekusi mati Bandot tidak gentar dan tidak takut sedikitpun, ia malah tertidur dengan pulas.

Lebih anehnya lagi setelah dieksekusi puluhan kali ternyata jantung Bandot masih berdetak, Bandot belum mati. Si Tua dan Gembrot sebagai sipir penjara dibuat kebingungan, juga tokoh-tokoh lain yang hadir seperti dokter, seseorang, dan kawan-kawan ikut merasakan kebingungan yang semakin mengacaukan suasana.

Besar harapan pementasan kali ini mampu menambah khasanah pelaku seni teater di Kudus, Magelang, dan sekitarnya. Tak hanya masyarakat yang sudah lama menggeluti teater, namun juga bagi umum, mahasiswa, dan pelajar yang memiliki antusiasme tersendiri untuk mengembangkan potensi di bidang seni khususnya teater.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →