Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

2 Balita Tewas Tersambar Kereta, Ini Imbauan Kapolres Grobogan kepada Warga



Reporter:    /  @ 21:05:14  /  4 April 2017

    Print       Email

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano saat menyampaikan imbauannya kepada warga yang tinggal di pinggiran rel kereta api. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan yang menyebabkan dua orang tewas tersambar kereta api di di Kampung Gubug Timur, Desa Gubug, Kecamatan Gubug, mendapat perhatian dari Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano, Selasa (4/4/2017). Sebab, dua bersaudara yang jadi korban kecelakaan diketahui masih balita. Yakni, Apitara Asriyana (4), dan Shaherra Seikha Asriyana (2) yang tinggal di wilayah RT 05, RW 12.

“Peristiwa ini hendaknya jadi perhatian kita bersama. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” kata Satria didampingi Kapolsek Gubug AKP Dedy Setya.

Terkait dengan peristiwa itu, Satria mengimbau pada warga yang tinggal di sekitar jalur kereta api lebih bersikap waspada dan berhati-hati. Sebab, setelah dibangun jadi double track atau dua jalur, arus kereta yang melintas dari kedua arah bertambah padat.

Selain itu, warga juga diminta memberikan pengertian dan meningkatkan kewaspadaan pada anak-anak ketika beraktivitas di dekat jalur kereta. Sebab, melakukan aktivitas berdekatan dengan jalur kereta bisa membahayakan keselamatan diri.

“Saya minta agar pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di dekat jalur kereta agar ditingkatkan. Jangan biarkan anak-anak berakivitas tanpa pengawasan orang tua,” pesannya.

Seperti diberitakan, kedua balita perempuan tersebut tewas akibat tersambar kereta barang, Selasa sekitar pukul 08.00 WIB sekitar pukul 08.00 WIB. Peristiwa kecelakaan maut terjadi sekitar 700 meter di sebelah timur Stasiun Gubug.

Sebelum kejadian, kakak beradik itu dikabarkan hendak menyusul bapaknya Daryanto (40), yang sedang berada di warung tetangganya. Warung tersebut berjarak sekitar 250 meter dari rumah korban dan dipisahkan tenggangan sawah. Kedua balita tersebut berjalan menyusuri bantaran pinggir rel untuk menyusul bapaknya. Bagi warga setempat, memang sudah biasa berjalan menyusuri pinggiran rel, termasuk anak-anak.

Saat separuh perjalanan menuju warung, dari arah barat (Semarang) sudah terlihat akan ada kereta yang melintas. Beberapa petani yang saat itu ada di sawah sempat mengingatkan kedua balita tersebut supaya menjauh karena ada kereta mau lewat.

Namun, peringatan itu kemungkinan tidak terdengar oleh kedua bocah tersebut. Hingga akhirnya, kedua bersaudara itu terserempet bodi rangkaian kereta barang sampai terpental di areal bebatuan di pinggir lintasan. Akibat terserempet bodi kereta, kedua korban mengalami luka parah dan meninggal dunia.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : NGERI, 2 Balita Tewas Tersambar Kereta Api di Gubug Groboga

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →