Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Kronologi Tewasnya 2 Balita di Gubug Grobogan Akibat Tersambar Kereta Api



Reporter:    /  @ 14:08:10  /  4 April 2017

    Print       Email

Polisi tampak berada di lokasi balita yang jadi korban tersambar KA. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ada cerita memilukan sebelum dua balita, Apitara Asriyana (4), dan Shaherra Seikha Asriyana (2), tewas tersambar kereta api, Selasa (4/4/2017) sekitar pukul 08.00 WIB. Kakak beradik yang tinggal di Kampung Gubug Timur, Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Grobogan itu dikabarkan hendak menyusul bapaknya Daryanto (40), yang sedang berada di warung tetangganya.

Warung tersebut berjarak sekitar 250 meter dari rumah korban dan dipisahkan tenggangan sawah. Kedua balita tersebut berjalan menyusuri pinggi rel untuk menyusul bapaknya. Bagi warga setempat, memang sudah biasa berjalan menyusuri pinggiran rel, termasuk anak-anak.

Saat separuh perjalanan menuju warung, dari arah barat (Semarang) sudah terlihat akan ada kereta api yang melintas. Beberapa petani yang saat itu ada di sawah sempat mengingatkan kedua balita tersebut supaya menjauh karena ada kereta mau lewat.

Namun, peringatan itu kemungkinan tidak terdengar oleh kedua bocah tersebut. Hingga akhirnya, kedua bersaudara itu terserempet bodi rangkaian kereta barang hingga terpental di areal bebatuan di pinggir lintasan. Akibat terserempet bodi kereta, kedua korban mengalami luka parah dan meninggal dunia.

Kapolsek Gubug AKP Dedy Setya menyatakan, saat kejadian, ayah kedua korban memang sedang belanja di warung tetangga. Kedua korban, bermaksud menyusul ayahnya di warung tersebut dengan berjalan melewati pinggir bantaran jalur rel ganda yang ada di depan rumahnya.

“Saat kejadian, bapaknya yang bernama Daryanto sedang belanja beli kopi di warung tetangga. Dia tidak tahu kalau kedua anaknya mau menyusul ke warung,” jelasnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : NGERI, 2 Balita Tewas Tersambar Kereta Api di Gubug Grobogan

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Begini Penjelasan KH Anwar Zahid Terkait Pentingnya Bersyukur saat Bangun Tidur

Selengkapnya →