Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Tiap Hujan Kerap Banjir, Warga Minta Sungai di Desa Kalimaro Grobogan Dinormalisasi



Reporter:    /  @ 22:00:11  /  3 April 2017

    Print       Email

Kaposek Kedungjati AKP Sapto (pakai sepatu boot) bersama anggotanya sedang mengecek sekitar jembatan Mliwang yang sempat tergenang air, Senin (3/4/2017) sore. (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah warga mendesak upaya normalisasi sungai kecil di bawah jembatan Dusun Mliwang, Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati. Sebab, setiap hujan deras mengguyur, jalan raya Gubug-Kedungjati yang ada di atas jembatan selalu tergenang air. Seperti yang terjadi pada Senin (3/4/2017) sore.

“Sore tadi, jalan di atas jembatan yang posisinya agak rendah tergenang air. Arus lalu lintas sempat tersendat dari kedua arah. Kondisi seperti ini sudah berlangsung cukup lama. Salah satu solusinya adalah menormalisasi sungai Mliwang,” kata Surono (45), warga setempat.

Genangan air yang menutup jalan memang tidak berlangsung lama. Biasanya, berkisar 1-3 jam tergantung kondisi curah hujan. Jika hujan sudah berhenti, maka tidak lama kemudian, genangan air akan hilang dengan sendirinya. Saat air surut, tumpukan sampah biasanya banyak tertinggal di atas jembatan dan butuh waktu sejenak untuk membersihkan.

Kaposek Kedungjati AKP Sapto saat dikonfirmasi membenarkan info jika sore tadi genangan air sempat menutup jalan raya yang menghubungkan wilayah Kabupaten Semarang dan Salatiga tersebut. “Banjir di lokasi ini sudah langganan tiap hujan deras. Saat jalanan tergenang kami tempatkan petugas untuk membantu kelancaran arus lalu lintas. Menjelang magrib tadi, air sudah hilang dari jalan,” jelasnya.

Setelah air surut, Sapto sempat mengecek kondisi jalan di sekitar jembatan yang sebelumnya tergenang air. Dari hasil pengecekan, ada ruas bahu jalan di sebelah utara jembatan di sisi timur yang ambrol terkikis air.

“Ini ada satu titik bahu jalan yang ambrol kena air dan akan kita laporkan pada instansi terkait supaya segera diperbaiki. Salah satu solusi untuk menghilangkan banjir dadakan ini memang mengeruk sungai yang kondisinya memang sudah dangkal. Sungai ini tidak ada muaranya karena fungsinya sebagai pembuangan air dari kawasan hutan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →