Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Polisi Buru Uang Koin Kuno ke Pengepul Rosok di Pati



Reporter:    /  @ 17:27:07  /  3 April 2017

    Print       Email

Kapolsek Kaliori AKP Sukiyatno (tengah) didampingi oleh Kanit Reskrim Aiptu M. Ansory (baju putih) saat gelar perkara di Mapolsek Kaliori. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Ribuan uang koin kuno bertuliskan huruf Cina yang ditemukan Padiman (61) warga Desa Morojembun, Kecamatan Kaliori, Rembang, beberapa waktu lalu, ternyata dikira hanya berupa lempengan baut. Sehingga, hal itu dijual ke pengepul rosok dengan harga Rp 180 ribu dengan berat 6 kilogram.

Terkait dengan penemuan uang koin kuno tersebut, ternyata terdengar pihak kepolisian setempat. Sehingga, polisi menelusuri keberadaan uang koin kuno yang telah dijual ke pengepul rosok tersebut.

Kapolsek Kaliori AKP Sukiyatno mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan oleh masyarakat setempat bahwa pada Senin (27/3/2017) ada penemuan benda kuno berupa uang koin kuno yang bertuliskan huruf Cina di persawahan Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori.

“Setelah kita cek ternyata benar adanya penemuan itu. Nah, setelah itu, kita kroscek kepada penemunya. Yakni atas nama Padiman warga Morojembun,” katanya.

Setelah itu, tim yang ada di lapangan yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kaliori Aiptu M. Ansory melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Petugas lalu mengembangkan penyelidikan. Yakni dimulai dari penemunya, dijual ke mana,dan hingga akhirnya didapatkan di seorang pengepul di wilayah Desa Kemiri, Kecamatan Jaken, Pati. Pengepul ini membeli dari pengepul pertama dengan harga Rp 400 ribu,” ungkapnya.

Baca juga : Warga Rembang Temukan Ribuan Uang Koin Kuno, Dijual ke Pengepul Rosok Rp 160 Ribu

 

Kemudian, petugas langsung mengamankan barang tersebut supaya tak beralih tangan selanjutnya. “Kita amankan atau sita dari pengepul rosok atas nama Siti Inasaroh warga Kemiri RT 4 RW 1 Jaken pada Jumat (31/3/2017) lalu,” imbuhnya.

Terkait hal ini, kini pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Supaya benda tersebut dirawat, sehingga nantinya dapat menjadi pengetahuan masyarakat terkait sejarah uang tersebut.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →