Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Berburu Sate Kambing Legendaris Pak Taman di Gabus Pati yang Dikenal Sejak 1950



Reporter:    /  @ 12:50:04  /  3 April 2017

    Print       Email

Rumisih, pemilik Omah Sate Pak Taman tengah membakar sate. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Wisata di kawasan Pati Selatan tidak lengkap rasanya jika tidak berburu sate kambing Pak Taman yang begitu legendaris, dikenal sejak 1950. Berada di depan Pasar Gabus, Pati, sate kambing Pak Taman kerap menjadi jujugan pemburu kuliner.

Rumisih (60), pemilik Omah Sate Pak Taman mengatakan, Omah Sate yang ia kelola merupakan generasi kedua, setelah Pak Taman yang mulai membuka warung sate pada 1950. Setiap hari, Omah Sate Pak Taman menghabiskan satu ekor kambing muda.

Pada hari-hari tertentu, seperti Ramadan, Lebaran hingga pesanan akikah, resepsi dan catering, Omah Sate bisa menghabiskan dua hingga tiga ekor kambing setiap harinya. Pengunjung pun tak hanya dari wilayah Kecamatan Gabus, tetapi juga Tambakromo, Winong, Kayen, hingga luar daerah seperti Grobogan, Kudus, Surabaya, Jakarta dan Sumatera.

“Saya generasi kedua dari Pak Taman. Sejak masih gadis, usia 17 tahun, saya sudah sering membantu bapak. Waktu itu, Pak Taman jualan sate dan gule kambing. Saat ini, sudah ada inovasi baru seperti tengkleng dan tongseng kambing karena banyaknya permintaan konsumen,” ujar ibu dari empat anak ini kepada MuriaNewsCom, Senin (3/4/2017).

Salah satu keunggulan sate kambing buatannya, antara lain kualitas daging kambing murni yang selalu ia jaga sejak 1950. Bumbu-bumbu rahasia warisan Pak Taman juga menjadi andalannya. Sejumlah standar operasional prosedur (SOP) yang ketat juga diterapkan.

Misalnya, penyembelih kambing dilakukan kiai setempat dan penusukan sate dilakukan menggunakan tangan kanan agar sesuai dengan syariat Islam. Standar pengolahan tersebut dilakukan, lantaran meneruskan dari cara yang dilakukan Pak Taman.

Rasanya yang enak, khas dan berkarakter membuat sejumlah pengusaha ingin berjualan sate Pak Taman di Jakarta dengan konsep franchise. Namun, Rumisih menolaknya karena tidak memiliki tenaga kerja yang dikirim ke Jakarta.

Grup dangdut populer New Pallapa juga selalu datang ke Omah Sate Pak Taman saat pentas di wilayah Pati selatan. “Rahasianya, banyak bumbu dari rempah-rempah tradisional dan berbagai standar yang diajarkan Pak Taman,” ungkap Rumisih.

Slamet (27), penikmat sate asal Cluwak mengaku selalu datang ke Omah Sate Pak Taman bila ingin berburu sate dan ragam menu olahan dari kambing. Menurutnya, cita rasa sate Pak Taman yang khas tidak ditemui di warung sate lainnya. Rasanya yang khas diakui sebanding dengan perjalanan jauh yang ia tempuh dari Cluwak ke Gabus.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Dukungan Pusat dan Pemprov untuk Tuntaskan Perbaikan Gedung SD Rusak

Selengkapnya →