Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pembubaran Perusda Aneka Usaha Pertanian Grobogan Disetujui Dewan



Reporter:    /  @ 21:01:40  /  1 April 2017

    Print       Email

Kantor Perusda Aneka Usaha Pertanian Grobogan di jalan Raya Purwodadi-Blora Km 20 terlihat sepi karena sudah lama tidak beroperasi (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Rencana Pemkab Grobogan untuk membubarkan salah satu perusahaan daerah (Perusda) yakni, Aneka Usaha Pertanian (AUP) berlangsung mulus. Sebab, dari pihak DPRD Grobogan dikabarkan sudah memberikan lampu hijau untuk melikuidasi perusda yang berlokasi di Kecamatan Wirosari tersebut.

“Untuk rencana pembubaran Perusda Aneka Usaha Pertanian memang sudah disetujui DPRD Grobogan beberapa hari lalu. Prosedur pembubaran Perusda memang cukup panjang. Salah satunya butuh persetujuan dewan,” kata Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto, Sabtu (1/4/2017).

Secara resmi, pembubaran Perusda nanti masih menunggu ditetapkannya sebuah Peraturan Daerah (Perda) yang sudah disiapkan dan tinggal memintakan nomor register ke Gubernur Jateng. Setelah itu, diikuti dengan proses likuidasi yang pelaksanannya ditetapkan dengan Keputusan Bupati Grobogan.

Selain itu dalam raperda tersebut diatur pula mengenai beberapa hal teknis. Seperti pengalihan aset, penyelesaian utang, pemberian pesangon kepada pegawai dan pembebanan anggaran untuk penyelesaian kewajiban perusahaan.

Perusda AUP ini berdiri sekitar tahun 2001 dan memiliki ada dua unit usaha yang dikembangkan. Yaitu, unit penggemukan sapi di Desa Mojorebo, Kecamatan Wirosari. Satu lagi, unit produksi pakan ternak di Kelurahan Kunden, Wirosari.

Pada tahun awal berdirinya, perusda ini mampu berkembang. Namun, tidak lama kemudian, kondisi perusahaan mulai memburuk akibat jatuhnya harga sapi dan mulai maraknya pabrik pakan ternak skala nasional.

Sebelum diajukan untuk dibubarkan, berbagai upaya sudah dilakukan untuk menyelamatkan perusda ini. Seperti penambahan modal beberapa kali dari dana APBD. Selain itu, jajaran manajemen perusahaan itu juga sudah beberapa kali diganti.

“Yang pasti, upaya untuk menyelamatkan perusda ini sudah banyak dilakukan tetapi tidak membawa hasil menggembirakan. Makanya, keputusan untuk membubarkan perusda ini diajukan karena kondisinya kurang menguntungkan,” jelas Anang.

Ketua Komisi B DPRD Grobogan Budi Susilo menyatakan, pihaknya pada dasarnya setuju dengan usulan pembubaran tersebut. Namun, ketika nanti dibubarkan, aset perusahaan yang masih tersisa disarankan untuk dimanfaatkan. Seperti tanah, kandang, bangunan, dan aneka peralatan kerja.

“Aset yang dimiliki masih cukup banyak. Kita usulkan, aset itu nantinya dikelola oleh Dinas Peternakan dan Perikanan. Nanti bisa dipakai dinas untuk pengembangan peternakan,” katanya.

 

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Wabup Pati Sidak di Dinas Pertanian, Ini Temuannya

Selengkapnya →