Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Tenaga Kerja Pertanian di Pati Mulai Langka



Reporter:    /  @ 21:00:25  /  1 April 2017

    Print       Email

Sejumlah buruh tani tengah memanen padi di kawasan Margorejo, Wedarijaksa, Pati beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tenaga kerja pertanian di Pati mulai sulit ditemukan. Hal itu dikeluhkan Warsono, Ketua Kelompok Tani Sri Utami, Desa Tawangharjo, Wedarijaksa, Pati, Sabtu (1/4/2017).

“Mencari tenaga kerja pertanian di Pati cukup sulit, baik tenaga kerja untuk menanam maupun memanen padi. Berbeda dengan dulu, cari buruh tani sangat mudah. Kalau tidak ada terobosan baru, produksi pertanian akan terhambat,” ungkap Warsono.

Karena itu, dia meminta kepada pemerintah untuk memberikan bantuan berupa mesin tanam dan panen. Kedua alat pertanian tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja pertanian yang semakin langka.

“Kondisinya bukan gara-gara mesin lantas tenaga kerja tani nganggur. Faktanya, sekarang cari tenaga kerja tani sulit sehingga butuh alat-alat pertanian. Selain bisa menjawab kebutuhan petani akan sulitnya mencari tenaga kerja, mesin bisa mempercepat hasil pertanian,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Pati Haryanto meminta kepada petani untuk memaksimalkan bantuan mesin yang sudah disebar ke berbagai kelompok tani. Misalnya, mesin dari bantuan pemerintah disewakan kepada petani, sedangkan biaya sewa dimanfaatkan untuk perawatan mesin dan bahan bakar.

“Pemerintah sudah banyak memberikan bantuan berupa mesin tanam dan panen. Bantuan yang pernah diberikan harus dioptimalkan secara bergilir. Tetapkan sistem sewa di mana uang sewa bisa digunakan untuk perawatan mesin dan pembelian bahan bakar,” tandas Haryanto.

Editor : Kholistiono

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

KPU Grobogan Perpanjang Jadwal Pendaftaran PPK di 3 Kecamatan, Ini Alasannya

Selengkapnya →