Publisher is the useful and powerful WordPress Newspaper , Magazine and Blog theme with great attention to details, incredible features...

RTH Mondoteko Rembang Pun Dijadikan Tempat Pacaran

16
Masyarakat mengeluhkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Mondoteko Rembang yang dijadikan untuk tempat pacaran muda-mudi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sejumlah taman di Rembang disalahgunakan sebagai tempat berpacaran. Satu di antaranya adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH) Mondoteko, Kecamatan Rembang. RTH ini kerap digunakan pasangan anak muda yang berpacaran. Padahal taman itu seharusnya untuk tempat rekreasi keluarga.

Hal ini membuat pengunjung khususnya mereka yang bawa keluarga cukup risih. Pun demikian dengan warga setempat yang melihatnya. “Warga atau pengunjung sering menjumpai muda-mudi yang sedang mojok. Biasanya mereka langsung pergi kalau ada yang mergoki sedang pacara di tempat ini,” ujar Endro, salah satu warga Mondoteko.

Menurutnya, dari pengamatan warga, pasangan muda-mudi ini biasanya malah berasal dari luar wilayah setempat. Mereka sengaja datang ke RTH hanya untuk pacaran saja.

“Kalau sepengetahuan saya sih, yang paling sering itu sore dan malam. Sebab di saat itu, suasana sepi. Bahkan tempat tersebut memang cukup rindang. Terlebih di bagian utara, terhalang pepohonan yang cukup lebat,” paparnya.

Selain itu, ia juga mengatakan, bahwa beberapa hari lalu, pernah ditemukan belasan botol minuman keras yang berserakan di area RTH tersebut. Namun demikian, dirinya tidak bisa memastikan, apakah ada yang mabuk-mabukan di tempat tersebut atau orang yang sengaja membuang botol miras di tempat itu.

Sementara itu, Rohmini (35) salah satu pengunjung RTH dari Desa Landoh, Kecamatan Sulang, menyayangkan mengenai hal itu. Sebab RTH ini disediakan untuk dimanfaatkan secara baik, yakni tempat rekreasi keluarga.

“Kalau dijadikan seperti itu ya jangan. Sebab tempat ini kan untuk kumpul-kumpul keluarga, untuk kegiatan positif. Baik kegiatan anak-anak sekolah untuk belajar mapun lainnya,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Ruangan komen telah ditutup.