Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pedagang Pasar Pagi Purwodadi Bandel, Ini Rencana Satpol PP  



Reporter:    /  @ 22:00:34  /  28 Februari 2017

    Print       Email

Berbagai instasi menggelar rakor untuk penertiban pedagang Pasar Pagi Purwodadi yang jualan lagi di tempat lama. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kembalinya puluhan pedagang Pasar Pagi Purwodadi untuk berjualan di tempat lama mendapat perhatian serius dari Pemkab Grobogan. Terkait masalah itu, pemkab setempat bahkan menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan melibatkan berbagai instansi, Selasa (28/2/2017).

Rakor yang dilangsungkan di ruang rapat wakil bupati dipimpin Asisten I Mokh Nursahid. Hadir pula dalam kesempatan itu, Kepala Satpol PP Bambang Panji, Plt Kepala Diperindag Markus Sutoko, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanif.

Selain itu, hadir pula perwakilan dari berbagai instansi. Antara lain, dari PT KAI, Dishub, Polres Grobogan, Kodim 0717, BPPKAD, Dinas Koperasi dan UMKM, bagian hukum, serta bagian tata pemerintahan. Perwakilan dari kelurahan Purwodadi dan warga sekitar bekas Stasiun Kereta Api Purwodadi.

Dalam rakor tersebut, Nursahid meminta masukan dari berbagai pihak yang hadir dalam kesempatan tersebut. Tujuannya, untuk mencari solusi terbaik dalam menangani kembalinya puluhan pedagang pasar pagi ke lokasi lama. Yakni, di sepanjang jalan Banyuono.

“Dalam rakor tadi, banyak masukan yang kita dapatkan. Selanjutnya, kita akan meminta pihak Satpol PP segera melakukan penertiban pada pedagang yang jualan lagi di lokasi lama. Untuk penertiban, kita minta Satpol berkoordinasi dengan instansi lainnya,” tegas Nursahid, usai rakor.

Sebelum bertindak, Satpol diminta lebih dulu melakukan upaya persuasif pada pedagang dan warga sekitar. Warga diminta agar tidak menyediakan tempat untuk jualan para pedagang. Hal itu diperlukan karena sebagian pedagang itu mendirikan lapak di pekarangan atau teras rumah warga.

“Kita butuh dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak untuk menertibkan pedagang. Termasuk dengan warga sekitar. Soalnya, kalau jualannya di pekarangan atau teras rumah warga, kita tidak bisa ambil tindakan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jemaah Umrah di Pati Gelar Aksi Solidaritas Kedaulatan Palestina dan Yerusalem

Selengkapnya →