Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Gara-gara Obat Nyamuk, Rumah Warga Jembangan Pati Terbakar



Reporter:    /  @ 17:04:15  /  28 Februari 2017

    Print       Email

Kondisi rumah Ngatemi, warga Desa Jembangan RT 2 RW 1, Kecamatan Batangan, Pati yang terbakar, Selasa (28/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Rumah warga Desa Jembangan RT 2 RW 1, Kecamatan Batangan, Pati, Ngatemi (45), terbakar api, Selasa (28/2/2017). Penyebab kebakaran diduga berasal dari obat nyamuk yang diletakkan di dekat tempat tidur.

Kapolsek Batangan AKP Harry Marcell mengatakan, kronologi kebakaran terjadi pada pukul 07.00 WIB. Saat itu, pemilik rumah tengah pergi ke Pasar Lengkong Batangan untuk berdagang buah.

Sementara itu, ibu Ngatemi, Rami (80) berada di dalam rumah. Pada pukul 09.00 WIB, Rami terkejut karena ada api yang membakar springbed. Selang beberapa waktu, api menjalar ke lemari yang di dalamnya terdapat televisi dan barang pecah belah.

Rumi yang dalam keadaan panik langsung keluar rumah dan meminta tolong kepada tetangga untuk memadamkan api. Warga yang mengetahui hal itu berdatangan untuk memadamkan api dengan alat seadanya. Sedangkan sebagian warga melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran.

“Dari api yang menjalar cepat ke lemari tersebut, api kemudian menjalar ke atap rumah yang terbuat dari kayu. Akibatnya, atap rumah terbakar. Kami yang mendapatkan informasi dari masyarakat langsung datang ke TKP bersama petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api,” ucap AKP Harry.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran Satpol PP Pati Bambang Mujiyono menuturkan, api berasal dipadamkan dua jam sejak petugas datang. Penyemprotan secara intens dilakukan agar api tidak menjalar ke rumah tetangga.

Beruntung, tidak semua rumah ludes dilalap si jago merah. Selain atap rumah, sejumlah perabot yang terbakar api, di antaranya lemari, springbed, televisi dan sebagian rumah yang terbuat dari kayu.

Tidak ada korban dalam kebakaran tersebut. Namun, kerugian material akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp 25 juta. “Kami imbau kepada masyarakat untuk hati-hati menempatkan obat nyamuk bakar yang masih menyala. Jangan ditempatkan di dekat barang yang mudah terbakar seperti kain atau kertas,” imbau Bambang.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Tak Punya IMB, Pemilik Kos di Kawasan Kampus UMK Dipanggil Satpol PP

Selengkapnya →