Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Apes! Ngumpet di Pinggir Sawah, Penjual dan Pembeli Capjiki Digerebek Polisi Grobogan



Reporter:    /  @ 15:02:19  /  28 Februari 2017

    Print       Email

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polres Grobogan, meringkus tiga warga Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, yang kedapatan terlibat dalam masalah perjudian jenis Capjiki, Senin (27/2/2017). Dari tiga orang ini, dua orang di antaranya tertangkap basah saat bertransaksi judi di sebuah warung di areal persawahan di luar dusun tersebut. Masing-masing, Suyut (54), pemilik warung yang bertindak selaku penjual atau tambang dan Sukar (47), selaku pembeli.

Dari penangkapan keduanya, akhirnya muncul satu nama lagi. Yakni, Sukarman (49) selaku pengepul atau agen judi. Ketiganya, kemudian digelandang petugas ke mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Bersama pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti perjudian. Antara lain, uang tunai Rp 460 ribu yang merupakan omzet penjualan Capjiki putaran ketiga dan laba putaran kedua sebesar Rp 60 ribu. Selain itu, petugas juga mengamankan kupon rekapan judi, satu set karbon, alat tulis, dan tiga unit telepon seluler (ponsel). Kemudian, beberapa lembar ramalan judi Capjiki ‘Eyang Soemoe’ juga disita sebagai barang bukti perjudian.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto menyatakan, penangkapan pelaku perjudian itu berkat adanya informasi dari masyarakat. Ada masyarakat yang menyebutkan jika di warung pinggiran sawah tersebut sejak beberapa waktu terakhir dipakai untuk bertransaksi judi jenis Capjiki.

“Dari informasi ini, kita kemudian menugaskan anggota untuk memantau lokasi tersebut selama beberapa hari. Dari pantauan yang kita lakukan, informasi masyarakat tersebut benar adanya dan akhirnya pelaku perjudian berhasil kita amankan berikut barang buktinya. Kasus ini masih kita kembangkan lebih lanjut,” kata Agung, Selasa (28/2/1017).

Para pelaku perjudian itu selanjutnya akan dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian. Jika nantinya terbukti, pelaku bisa terancam hukuman paling lama hingga 10 tahun.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pelaku Korupsi Tidak Bisa Dipandang dari Latar Belakangnya, Begini Penjelasannya

Selengkapnya →