Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Permadani Bakal Blusukan ke Sekolah untuk Jaring Anggota

553
Anggota Permadani (pakaian adat) saat berbincang-bincang dengam Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Rembang berencana bakal melakukan blusukan ke sekolah-sekolah. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melakukan penjaringan anggota usia muda.

Sekretaris Permadani Rembang Purwono mengatakan, saat ini anggota Permadani masih didominasi orang tua. Sementara, untuk yang usia muda masih hanya kisaran 20 persen saja.

“Untuk itu, perlu adanya terobosan yang harus kita lakukan. Ke depan, kita rencananya akan masuk ke sekolah-sekolah, seperti halnya SMA dan SMK untuk merekrut anggota. Tentunya, tujuan kita agar semakin banyak generasi muda yang paham tentang bahasa dan budaya Jawa,” ujarnya.

Menurutnya, hingga saat ini, anggota Permadani jumlahnya sebanyak 168 orang yang diketuai oleh Noor Effendy, yang saat ini juga menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Rembang.

Lebih lanjut ia katakan,untuk menjadi anggota Permadani, katanya, tak mudah. Sebab, calon anggota harus lulus pawiyatan atau kursus tentang bahasa ataupun budaya Jawa.

Dalam waktu dekat, katanya, Permadani juga akan menggelar pawiyatan pranata cara towen pamedhar  sabdo. Yakni semacam pelatihan tentang bahasa dan budaya Jawa, yang dilakukan selama enam bulan.

“Nantinya, peserta akan diajari Kapermadanen (Kepermadanian), basa towen sastra (mempelajari sastra Jawa) ,kepanatacaran (pranata cara), pamedar sabdo (belajar untuk berbicara di depan umum memberikan nasehat, ngadat tata cara Jawa (mempelajari adat jawa), ngedi busono (cara memakai pakaian adat),sekar lan gending ,paduwungan (mempelajari tentang keris), wenggepin wicara (tentang bagaimana orang bicara enak di dengar), budi pekerti, paragan (praktik semua materi yang telah dipelajari),” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Ruangan komen telah ditutup.