Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Di Hadapan ASN, Wabup Rembang Bicara Soal Good Governance dan Clean Government



Reporter:    /  @ 17:15:52  /  27 Februari 2017

    Print       Email

Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto bicara soal good governance dan clean government di hadapan ASN. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Rembang – Di hadapan ratusan aparatur sipil negara (ASN), Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto menyampaikan, jika pemerintahan yang dipimpinnya bersama Bupati Rembang  Abdul Hafidz sudah berjalan satu tahun. Selama itu pula, menurutnya, banyak evaluasi, masukan, kritik, dan saran yang telah diterima.

Untuk mewujudkan Rembang sebagai kabupaten yang menerapkan prinsip-prinsip good governance dan clean government, Bayu menilai, ASN merupakan salah satu kunci penting. Sesuai implementasi UU Nomor 5 tahun 2015 tentang ASN dan UU Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, ASN merupakan garda terdepan dalam rangka untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

“Pemerintahan yang sudah berjalan satu tahun ini, memberikan saya banyak pelajaran tentang arti koordinasi, arti pentingnya sebuah jabatan yang tentunya harus memiliki komitmen dan ada konsekuensinya,”ujarnya, saat memimpin apel di lingkungan Setda Rembang, Senin (27/2/2017).

Menurutnya, dalam beberapa pekan terakhir ini, pihaknya melakukan evaluasi kinerja laporan kegiatan APBD yang akan segera dijalankan. Bahkan pembahasan dilakukan sampai pukul 23.00 WIB.

“Ini merupakan bentuk usaha agar APBD bisa segera terealisasi dan dijalankan sesuai aturan, sesuai dengan manfaatnya. Saya melihat yang di LPj itu, yang namanya cakupan serapan masih dalam kuantitasnya saja, tapi kualitasnya masih belum. Saya ingin outputnya semua sesuai dengan isu yang berkembang, sesuai situasi perkembangan yang ada di Rembang. Kita harus peka,” tegasnya.

Dalam hal ini, katanya, bagian Humas harus mampu melakukan komunikasi publik dalam rangka menyampaikan program-program pemkab dengan baik. Pembangunan sudah baik, jika tersampaikan tidak maksimal nanti juga dianggap orang tidak maksimal atau tidak menyerap aspirasi.

Dalam kesempatan itu, Bayu juga berharap, semua ASN netral dan profesional. Situasinya sudah di era keterbukaan dan ketatnya pengawasan serta tegasnya penegakan hukum. Ia berharap semua bebas dari korupsi, olusi, dan nepotisme (KKN).

Pada 2016 lalu, katanya, telah memberikan pembelajaran yang baik,serapan anggaran sudah berjalan dengan baik. Untuk itu, tahun 2017 ini, anggaran diharapkan bisa terserap dengan lebih baik lagi. Untuk itu, menurutnya perlu membangun sistem yang baik untuk dijalankan dari tingkatan atas sampai bawah agar kinerja bisa maksimal.

“Selama satu tahun saya belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan birokrasi, karena menjadi pejabat publik tidak itu mudah. Harus paham, harus belajar regulasi dan segala macem. Dan yang menjabat di posisi baru harus segera berbenah,”tuturnya.

Dalam agenda sidak, dirinya tidak bermaksud mencari kesalahan. Tetapi bertujuan untuk mengevaluasi kinerja supaya sistem bisa berjalan dengan baik. Senioritas, eselon, kepangkatan memang ada di birokrasi. Namun Wabup juga ingin mencari orang-orang yang layak untuk dipromosikan sesuai dengan kompetensi dan unjuk prestasi.

“Untuk memaksimalkan kinerja ASN adalah bagian dari tugas saya. Saya tidak masalah ketika dicap Pak Wakil Bupati suka marah. Kalau salah ya memang harus saya benarkan. Saya juga menerima kritikan. Dan harapan saya, mari kita wujudkan bersama-sama Rembang bangkit menuju masyarakat yang madani,”imbuhnya.

Dan satu catatan lagi selain disiplin, tertib administrasi dan keuangan, pihaknya juga ingin capaian di lima tahun ini tercapai dan sukses. “Menatap tahun 2018, sudah dimulai e-budgeting dan e-planning termasuk e-retribusi, maka ASN juga harus menyesuaikan diri,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Panggil DPN APTRI, KPPU Tindak Lanjuti Dugaan Monopoli Gula yang Dilakukan Bulog

Selengkapnya →