Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Terduga Teroris Ditangkap di Grobogan

457
Inilah rumah di Desa Ketangirejo, Kecamatan Godong, Grobogan, yang jadi tempat penangkapan terduga teroris. (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Inilah rumah di Desa Ketangirejo, Kecamatan Godong, Grobogan, yang jadi tempat penangkapan terduga teroris. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Beberapa terduga teroris berhasil ditangkap oleh Densus 88 Antiteror dalam kurun waktu Senin malam hingga Selasa (31/1/2017) dini hari. Dari beberapa terduga teroris tersebut salah satunya ternyata ditangkap di wilayah Grobogan.

Informasi yang didapat menyebutkan, terduga teroris yang diamankan di Grobogan ini bernama Sugiyono (36) yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur. Pria ini diamankan tanpa perlawanan saat berada di rumah mertuanya di Desa Ketangirejo, Kecamatan Godong pada Senin (30/1/2017) sekitar pukul 22.00 WIB. Selain itu, istri Sugiyono dikabarkan juga ikut diamankan.

Kabar penangkapan terduga teroris di Desa Ketangirejo tersebut sempat bikin kaget warga. Sebab, mereka tidak mengenal sosok Sugiyono.

Dari keterangan warga, Sugiyono dan istrinya, sama-sama bukan berasal dari desa itu. Ibu mertuanya yang bernama Suyati saat ini memang tinggal di Desa Ketangirejo setelah menikah lagi dengan Suhadi, warga setempat. Sebelumnya, Suyati merupakan warga dari Kecamatan Karangrayung.

Sugiyono bersama istri dan ketiga anaknya belum lama berada di rumah mertuanya. Selama berada di rumah mertuanya, pasangan suami istri itu jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

Kepala Desa Ketangirejo Slamet Susanto kepada wartawan menyatakan, proses penangkapan berlangsung lancar tanpa ada perlawanan. Menurutnya, pada Senin malam sekitar pukul 19.00 WIB, dia didatangi personel kepolisian berpakaian sipil.

“Sekitar lima sampai enam orang yang datang ke rumah untuk memberitahukan penangkapan. Terkait ini, saya minta agar penangkapan tidak menimbulkan kegaduhan dan kepanikan warga,” jelasnya pada wartawan.

Menurut Slamet, Sugiyono bukan warganya tetapi berasal dari Ngawi, Jawa Timur. Dia berada di desanya untuk bertamu ke rumah mertuanya. “Selama ada di sini tidak pernah keluar rumah dan laporan ke RT atau RW,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.