MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Arti Patung 3 Tokoh Wanita di Tugu Monumen Ngabul yang Menghadap ke Arah Berbeda

2.226
Patung tiga tokoh wanita yang terdapat di Bundaran Ngabul, Jepara. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Patung tiga tokoh wanita yang terdapat di Bundaran Ngabul, Jepara. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Tugu monument tiga tokoh wanita di Bundaran Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara, telah diresmikan beberapa waktu lalu. Tugu monument tersebut, kini menjadi salah satu daya tarik yang menambah keindahan di Jepara.

Sesuai dengan desain yang ada, tinggi total dengan patung utuh satu badan sekitar 15 meter, dan masing-masing tokoh wanita tersebut menghadap kearah yang berbeda. Dan tahukah Anda, kenapa desain dari tokoh tiga wanita tersebut harus menghadap ke arah berbeda, dan apa arti di balik itu semua?

Kabid Cipta Karya pada Dinas PU dan Penataan Ruang Jepara Ary Bachtiar mangatakan, patung itu menghadap sesuai dengan lokasi penting yang berkaitan dengan ketiga wanita tersebut.

Untuk patung Ratu Shima menghadap ke arah Kecamatan Keling yang konon menjadi pusat Kerajaan Kalingga yang ia pimpin, kemudian Ratu Kalinyamat menghadap ke arah Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, serta patung Kartini menghadap ke arah Kecamatan Mayong, tempat kelahiran pahlawan emansipasi wanita Indonesia itu.

“Posisi menghadap patung masingmasing ada maknanya. Singkatnya, patung menghadap ke tempat-tempat penting yang ada kaitannya dengan ketiga tokoh tersebut,” ungkapnya.

Ary menuturkan, selain menjadi ikon, pembangunan tugu tiga patung itu merubah tata ruang Bundaran Ngabul. Sebab bundaran akan dijadikan satu. Tidak dua seperti saat beberapa waktu lau. Menurutnya, secara tampilan sebelumnya, bundaran Ngabul terlalu boros dalam serta justru mempersempit jalan. Sehingga titik tersebut menjadi salah satu lokasi ketersendatan arus lalu lintas.

Kemudian, katanya, untuk pembuatan patung tersebut dilakukan di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit. Pembuatannya sendiri, memerlukan sekitar 170 hari, yakni mulai dari 15 Juni hingga 1 Desember 2016.

Editor : Kholistiono

United Futsal Pc

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.