Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mahasiswa Geruduk DPRD Jepara

499
Mahasiswa yang tergabung dalam PMII melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Jepara, Senin (16/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Mahasiswa yang tergabung dalam PMII melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Jepara, Senin (16/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar demonstrasi di depan gedung DPRD Jepara, Senin (16/1/2017).

Dalam aksinya, mahasisnya menyatakan, menolak kebijakan Plt Bupati Jepara yang menaikan pajak dan retribusi, menyoalkan tingginya angka gizi buruk di Jepara  yang mencapai 141 kasus di tahun 2016. Kemudian, juga persoalan tingginya angka putus sekolah, pelayanan rumah sakit yang kurang maksimal, permasalahan di Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan yang masih belum terselesaikan.

“Kita juga menuntut, supaya pihak terkait mempertimbangkan kembali kenaikan tambahan penghasilan pegawai (TPP) ASN. Kemudian, kinerja ASN juga harus ditingkatkan, PAD harus diprioritaskan untuk kepentingan pendidikan dan kesehatan, memaksimalkan kinerja dan fungsi BPK dan pembentukan Tim Saber Pungli,” ungkapSunarni, koordinator aksi.

Selain hal tersebut, mahasiswa juga menolak banyaknya pasar modern yang berdiri berdekatan dengan pasar tradisional dan banyaknya pasar modern yang buka sampai di atas pukul 22.00 WIB.

Dari pantauan MuriaNewsCom, dalam aksinya peserta demontrasi juga membawa replika keranda dan batu nisan. Mereka kemudian membakar kerada dan batu nisan tersebut di depan gedung DPRD Jepara.

Keinginan mahasiswa untuk berdialog dengan anggota dewan, kali ini juga harus gagal. Sebab, saat ini dewan sedang menjalani masa reses. Pada kesempatan itu, mahasiswa kemudian ditemui oleh Mas’ud, Sekretaris Dewan.

Editor : Kholistiono

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.