Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Besok, Kartu Tani Akan Didistribusikan Serentak Se-Jawa Tengah, Termasuk di Grobogan



Reporter:    /  @ 23:30:06  /  11 Januari 2017

    Print       Email

 

Sejumlah petugas  mempersiapkan peralatan video conference untuk kegiatan peluncuran dan penyaluran kartu tani, di gedung Riptaloka Grobogan, Kamis (12/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah petugas  mempersiapkan peralatan video conference untuk kegiatan peluncuran dan penyaluran kartu tani, di gedung Riptaloka Grobogan, Kamis (12/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses pendistribusian kartu tani dalam waktu dekat akan segera tuntas. Hal ini terkait dengan dilakukannya pendistribusian kartu tani secara serempak se- Jawa Tengah, Kamis (12/1/2017).

Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto menjelaskan, acara peluncuran dan penyaluran kartu tani dipusatkan di Magelang. Acara dihadiri Menteri BUMN Rini Soemarno dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam waktu bersamaan, semua bupati/walikota juga diwajibkan menggelar acara serupa. Untuk di Grobogan akan dilangsungkan di gedung Riptaloka, setda setempat mulai pukul 09.30 WIB.

“Nanti akan dilakukan video conference di gedung Riptaloka. Lewat fasilitas ini, bupati dan perwakilan petani akan melangsungkan wawancara jarak jauh dengan Menteri BUMN dan Gubernur yang ada di Magelang. Saat ini, kita sedang mempersiapkan peralatan untuk video conference,” jelasnya.

Pihaknya akan menghadirkan, produsen berserta distributor dan perwakilan penyalur pupuk, kepala UPTD dinas pertanian se-kabupaten ditambah perwakilan petani.

“Selain itu, kita juga mengundang pihak BRI Purwodadi selaku mitra dalam pendistribusian dan penggunaan kartu tani,” katanya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang BRI Purwodadi Agung Nugraha dalam kesempatan sebelumnya menyatakan, penyaluran kartu tani sudah mulai dilakukan sejak 10 Desember lalu. Penyaluran kartu tani dilayani di 34 kantor BRI unit yang tersebar di 19 kecamatan.

Dijelaskan, alokasi kartu tani keseluruhan yang harus disalurkan sebanyak 58.465 kartu. Untuk tahun 2016 lalu, target penyaluran yang ditetapkan sebanyak 2.000 kartu.

Menurut Agung, untuk pendistribusian kartu tani itu tidak bisa dilakukan dengan cepat karena ada beberapa kendala. Seperti, data petani harus terkumpul dengan lengkap termasuk input kuota pupuk yang menjadi jatah penerima.

Untuk masalah pendataan ini, pihaknya tidak bisa melakukan sendiri karena keterbatasan tenaga. Tetapi, butuh bantuan dan kerja sama dari instansi lain, khususnya Dinas Pertanian Grobogan melalui tenaga penyuluh lapangan.

Kendala lainnya adalah kurang pro aktifnya sebagian petani untuk membuka rekening sebagai salah satu persyaratan membuat kartu tani.

“Beberapa kendala ini menyebabkan kartu tani tidak bisa dibuat atau dibagikan serempak,” katanya.

Agung menambahkan, fungsi utama kartu tani tersebut untuk penebusuan pupuk bersubsidi. Sebelumnya petani harus membeli pupuk dengan uang tunai di pengecer atau kios. Setelah memiliki kartu tani maka harus digunakan untuk menebusnya sesuai dengan kuota yang ada dalam data dari rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

Kartu tani hanya bisa digesek di tempat pengecer di mana mereka terdaftar untuk mendapatkan pupuk. Sehingga, petani tidak bisa membeli pupuk lewat pengecer di tempat lain di luar alokasi yang sudah ditentukan.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Taman Bajomulyo Juwana Dikembangkan Jadi Objek Wisata

Selengkapnya →