Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

10 Hektare Tanaman Cabai Undaan Kudus Gagal Panen 



Reporter:    /  @ 22:00:08  /  11 Januari 2017

    Print       Email
Camat Undaan Catur W memperlihatkan cabai hasil panen di wilayah Desa Kutuk, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Camat Undaan Catur W memperlihatkan cabai hasil panen di wilayah Desa Kutuk, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sedikitnya 10 hektare (Ha) tanaman cabai yang berada di Desa Kutuk, Undaan mengalami gagal panen. Gagal panennya para petani cabai disebabkan cuaca yang tak menentu selama beberapa bulan terakhir.

Kades Kutuk, Supardiyono menyebutkan, total lahan pertanian warganya yang ditanami cabai, seluas 20 Ha. Namun, belakangan ini sekitar 50 persen dari petani gagal panen lantaran tanaman diserang penyakit.

“Para petani sebagian resah karena diserang jamur. Akibatnya cabai petani menjadi kusut dengan sebagainya busuk. Atau warga sini biasanya menyebutkan dengan patek,” katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Rabu (7/1/2017). 

Menurutnya, cabai patek bukannya tidak laku dijual. Namun harganya sangat murah dan tergantung oleh pembelinya melihat kondisi. Hanya, ada pula yang sama sekali tak laku dan terpaksa dibuang. Itu berakibat petani cabai sebagian merugi.

Camat Undaan Catur W juga membenarkan hal itu. Dia mengungkapkan selama ini daerah penghasil cabai yang bagus dan jumlah yang banyak memang berasal dari Desa Kutuk. Bahkan cabai juga sampai dibawa keluar kota oleh tengkulak. “Ada juga cabai dibeli oleh tengkulak di wilayahnya. Untuk kemudian cabai dijual kembali ke sejumlah tempat di kota-kota sebelah seperti Pati, Demak,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Anggota DPR RI Ini Sebut Penggunaan Cantrang Tidak Merusak Terumbu Karang

Selengkapnya →