Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Panwas Jepara Petakan TPS yang Rawan Kecurangan



Reporter:    /  @ 19:00:53  /  11 Januari 2017

    Print       Email
Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Panwas Kabupaten Jepara sedang memetakan tempat pemungutan suara (TPS) yang dinilai rawan saat proses pemungutan dan penghitungan suara dalam pilkada pada 15 Februari 2017 mendatang.

Peta ini menjadi panduan bagi pengawas TPS untuk mencegah dan meminimalisasi potensi terjadinya berbagai kecurangan saat moment paling krusial dalam penyelenggaran pilkada di Jepara.

Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwas Kabupaten Jepara Muhammad Oliz mengatakan, proses pemungutan dan penghitungan suara merupakan tahapan yang menyita perhatian berbagai kalangan. Baik itu peserta pilkada, tim kampanye, penyelenggara pilkada hingga berbagai elemen masyarakat. Selain itu, tahapan tersebut  juga paling rentan terjadinya praktik pelanggaran dan kecurangan.

Terkait hal tersebut, pihaknya tengah menyusun peta TPS yang rawan saat Pilkada Jepara untuk memilih pemimpin Jepara periode 2017 – 2022. Bekal peta TPS rawan itu akan menjadi acuan penyiapan langkah-langkah taktis dan strategis untuk mencegah terjadinya kecurangan di TPS. “Prinsipnya, apapun potensi terjadinya hal-hal yang bisa menciderai proses pemungutan suara kita petakan sejak dini,” kata Oliz, Rabu (11/1/2017).

Sementara itu, penyusunan peta TPS rawan tersebut mengacu pada lima aspek. Yakni mulai dari akurasi data pemilih dan penggunaan hak pilih, ketersediaan logistik pemilihan, praktik politik uang, dan keterlibatan aparat negara atau penyelenggara pemilu hingga kepatuhan prosedur selama proses penghitungan dan pemungutan suara. 

“Penyusunan TPS yang rawan ini mengacu data dan fakta yang terjadi saat pemilu sebelumnya. Seperti halnya  TPS yang pernah memiliki sejarah konflik, TPS yang lokasinya dekat dengan domisili paslon, TPS yang pernah terjadi pelanggaran pemilu, TPS di kawasan perbatasan dengan kabupaten tetangga sehingga rawan konflik dan lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, supaya hasil pemetaan tersebut akurat, pihaknya juga sudah menginstruksikan Panwascam hingga PPL tingkat desa atau kelurahan yang ada di Jepara supaya menggali berbagai data terkait hal itu. Mulai data kasus pelanggaran pemilu sebelumnya, data rekrutmen KPPS, data sengketa PHPU, data pengadaan dan distribusi logistik serta data lain yang relevan.”Semuanya akan dikaji dan petakan dengan teliti sehingga kita memiliki gambaran yang jelas,” ujarnya.

Perlu diketahui, seluruh Kabupaten Jepara ada 1.805 TPS yang berada di 195 desa atau kelurahan.  Sedang pemilih yang tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Jepara sebanyak 858.958 orang.

“Penyusunan TPS rawan itu harus sudah rampung pertengahan Januari ini. Hasilnya akan dilaporkan ke Bawaslu Jateng maupun Bawaslu RI di Jakarta. Sehingga sebelum hari H pencoblosan, peta TPS rawan itu akan kita publikasikan lewat berbagai sarana. Harapannya berbagai elemen masyarakat mengetahui dan ikut melakukan pengawasan saat hari H,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Ternyata Begini Cara Napi Rutan Jepara Kabur dari Tahanan

Selengkapnya →