Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Paguyuban PKL Alun-alun Purwodadi Minta Tempat Jualan Baru Tanpa Undian



Reporter:    /  @ 12:00:48  /  11 Januari 2017

    Print       Email
Sejumlah anggota PKL Alun-alun Purwodadi sedang melihat tempat jualan baru disisi timur Alun-alun Purwodadi yang sudah jadi dari luar pagar pengaman. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah anggota PKL Alun-alun Purwodadi sedang melihat tempat jualan baru disisi timur Alun-alun Purwodadi yang sudah jadi dari luar pagar pengaman. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski rencana pemindahan ke lokasi baru belum ada kejelasan, namun para PKL alun-alun Purwodadi sudah menyatakan sikap. Para PKL berharap agar dalam penempatan ke lokasi baru nanti tidak dilakukan secara undian.

Alasannya, jika dilakukan dengan undian maka dinilai akan mengurangi keseragaman tempat jualan baru. Misalnya, urutan tenda jualan akan bercampun antara jenis makanan dan minuman.

Para pedagang menghendaki agar pemindahan disesuaikan dengan posisi jualan yang lama sebelum alun-alun direnovasi. Yakni, pedagang di sisi barat yang kebanyakan jualan kuliner dijadikan satu deretan. Kemudian, pedagang di sisi timur yang sebagian besar jualan minuman juga ditaruh pada satu deretan.

“Kalau dengan cara ini maka di lokasi jualan baru nanti akan kelihatan serasi. Jika diundi maka dalam satu deret akan campur jenis jualannya. Ada kuliner serta minuman dalam satu deretan dan ini akan sedikit mengurangi estetika,” kata Ketua Asosisasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Grobogan Adi Sucipto didampingi Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Purwodadi Nur Wakhid, Rabu (11/1/2017).

Menurutnya, anggota paguyuban sebelumnya sudah duduk bersama untuk membahas persiapan relokasi ke lokasi baru yang berada di sisi timur alun-alun. Di situ sudah terbangun 56 tenda. Dari jumlah ini, ada 54 tenda yang jadi jatah PKL sesuai jumlah anggota paguyuban. Sedangkan dua tenda tersisa akan dipakai untuk kegiatan promosi Pemkab Grobogan.

Di samping itu, persiapan lainnya yang dilakukan adalah menyeragamkan papan nama di tiap-tiap tenda jualan. Dengan keseragaman papan nama akan membuat pemandangan lebih menarik dan terkesan rapi.

“Kami juga sudah meminta para pedagang untuk menyiapkan daftar menu berikut harganya. Jadi, pada prinsipnya kami sudah melakukan kesepakatan internal. Dengan demikian, jika sewaktu-waktu diminta pindah dari tempat jualan sementara, sudah punya bahan pembicaraan dengan instansi terkait,” jelas Adi atau lebih dikenal dengan nama Yanto Bakso itu.

Sementara itu, Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki menyatakan, soal penataan PKL alun-alun nantinya tetap akan ditangani dinas terkait. Soal masukan dari paguyuban tetap diterima dengan baik. “Masukan-masukan ini akan kita tampung dan nanti dibahas bersama. Yakni, antara dinas terkait dan paguyuban,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Pendataan Gedung Sekolah Rusak Segera Dilakukan

Selengkapnya →